• Rabu, 23 Mei 2012
SMP Swasta Kekurangan Murid

SMP Murni Tidak Terima Siswa Pindahan Dalam Kota

Cornelia Niar Riani - Timlo.net
Rabu, 7 Juli 2010 | 14:16 WIB
  • Share
Dok. Timlo.Net/niar
Widodo, Ketua PPDB SMP Murni. (7/7)

Solo – Minimnya peminat sekolah swasta dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online yang kemudian berpengaruh menjadi pilihan ketiga atau keempat, membuat beberapa sekolah swasta kekurangan murid bahkan tidak mendapat limpahan sama sekali dari pilihan pertama atau kedua.

Salah satunya yang terjadi di SMP Murni. Sekolah tersebut mengajukan kuota 120 yang akan ditampung di 3 kelas, namun hanya terpenuhi 77, itupun dari PPDB offline. “Sebenarnya ada yang mendaftar ke sekolah ini, namun tidak ada satupun yang melakukan daftar ulang ke sini. Entah mereka larinya ke sekolah mana,” kata Widodo, Ketua PPDB SMP Murni.

Untuk mengatasi hal ini, pihak SMP Murni masih tetap membuka pendaftaran secara offline sampai batas waktu yang belum ditentukan. “Paling tidak kami membuka sampai MOS berakhir, karena apabila setelah itu masih menerima, ditakutkan siswa tidak dapat mengikuti pelajaran karena sudah ketinggalan,” jelasnya.

Namun pada PPDB kali ini, kualitas input siswa meningkat. “Tahun lalu, batas bawah nilai UASBN siswa yang kami terima 10, tahun ini meningkat jadi 16,” papar Widodo.

Meskipun kekurangan murid, SMP Murni tidak menerima siswa pindahan SMP lain dari dalam kota karena menurut Widodo bisa dipastikan siswa tersebut nakal atau tidak naik sehingga memilih SMP Murni sebagai pelarian. “Hal semacam ini nantinya hanya akan merepotkan guru dan mengganggu siswa lain. Selain itu juga membuat suasana belajar menjadi tidak kodusif,” tambahnya. Namun bagi siswa pindahan dari luar kota, pihak sekolah masih mempertimbangkannya karena dapat diperkirakan siswa tersebut pindah karena mengikuti kepindahan orang tua.

Mengenai biaya operasional sekolah, langsung dikelola oleh Yayasan Murni. Mekanismenya, dana yang masuk dari siswa akan dikirim ke yayasan kemudian pihak yayasan akan mengembalikan sekitar 48% untuk biaya operasional sekolah.  

         

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan al-azhar

iklan mettafm