0271-3022735 redaksi@timlo.net
Timlo.net

Napak Budaya Samanhudi, Puluhan Gunungan Dikirab

Dok.Timlo.net/ Iwan Kawul

Dok.Timlo.net/ Iwan Kawul

Persiapan Kirab Napak Budaya Samanhudi di Kelurahan Sondakan, Jumat (18/5).

Solo — Lebih dari 25 gunungan dikirab mengelilingi Kelurahan Sondakan, Laweyan, Solo, Jumat (18/5) pukul 14.00 WIB. Puluhan gunungan tersebut dikirab bersama sekitar 1.500 peserta yang menampilkan potensi-potensi Kelurahan Sondakan dan ketokohan sosok Samanhudi.

Ketua Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Kelurahan Sondakan, Albicia Hamzah mengatakan, kirab Napak Budaya Samanhudi (NBS) 2012 ini merupakan yang keduakalinya. Berbeda dengan kirab tahun lali, NBS 2012 kali ini sekaligus momen membuka dan memindahkan Museum Samanhudi ke Kelurahan Sondakan, yang sebelumnya berada di Laweyan.

Rute kirab itu sendiri, terang Hamzah, dimulai dari Museum Samanhudi-Perempatan Lumbung Batik-Jalan Agus Salim-Pertigaan Pasar Jongke-Pasar Kabangan-Jl Perintis Kemerdekaan-Perempatan Solo Center Point (SCP)-Pertigaan Stasiun Purwosari-belok ke selatan-Jl Agus Salim-Perempatan Lumbung Batik-Museum Samanhudi.

Sejumlah tokoh masyarakat Sondakan, serta isntitusi yang bertempat di Kelurahan Sondakan terlibat dalam kirab ini, selain seluruh warga Sondakan.

“Ada 6 kegiatan dalam event ini selain kirab. Sebelumnya kami mengadakan ziarah di makam Samanhudi di Grogol, Sukoharjo. Kemudian pameran potensi Kelurahan Sondakan, Perenungan Samanhudi, serta membuka Museum Samanhudi,” jelas Hamzah.

Sedangkan dalam puncaknya, mala mini digelar pentas seni oleh masyarakat Sondakan.

Samanhudi atau dikenal dengan KH Samanhudi merupakan pendiri Serikat Dagang Islam (SDI) yang mewadahi para pedagang batik di Surakarta pada 1911.

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS