0271-3022735 redaksi@timlo.net
Timlo.net

Buntut Kericuhan Suporter di Maguwoharjo Sleman

Dua Anggota Pasoepati Terluka Parah

- Timlo.net
Timlo.net / Aryo

Timlo.net / Aryo

Kericuhan antar suporter terjadi dalam laga antara tuan rumah PSS Sleman melawan Persis Solo di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (21/4) sore.

Solo – Ulah brutal yang dilakukan  pendukung PSS Sleman, Sabtu (21/4) lalu, berbuntut tragis. Dua anggota Laskar Pasoepati harus mendapatkan perawatan serius akibat luka yang dideritanya. Ya, serangan yang dilakukan Brigata Curva Sud (BCS) alias suporter pecahan dari Slemania kepada Pasoepati di Stadion Maguwoharjo membuat suasana disekitar stadion begitu mencekam saat pertandingan berakhir. Laskar Pasoepati yang akan pulang meninggalkan stadion diserbu secara tiba-tiba oleh suporter yang khas dengan warna hitam itu.

Dua orang Pasoepati pun saat ini masih tergolek di Rumah Sakit Panti Waluyo Solo. Joko Susilo alias Epek (32), warga Badran, Laweyan, Solo dan Bagus Hernanto Kusumo Putro (25) warga Panularan RT 02/RW 07, Laweyan, Solo, kini masih terbaring di bangsal Dahlia RS Panti Waluyo, Kerten. Keduanya kini harus mendapatkan perawatan intensif dan perlu proses operasi.

Salah seorang saksi mata, Martono (25), mengaku melihat Epek telah bersimbah darah di parkiran depan Stadion Maguwoharjo Sleman. “Kondisi Epek sangat mengkhawatirkan. Tulang hidungnya  harus segera dioperasi, karena mendapat hantaman dengan batako,” ungkap warga Singosaren RT 03 /RW IV, Kemlayan, Serengan tersebut kepada wartawan, Senin (23/4).

Ia menduga, pelaku penganiayaan adalah anggota BCS. Melihat kondisi Epek yang demikian parahnya, lantas ia membawanya ke Rumah Sakit Islam Jogja sebelum akhirnya dirujuk ke RS Panti Waluyo Solo.

Martono menyebutkan, temannya perlu segera dioperasi agar lukanya tidak bertambah parah. Namun, pihaknya mengaku kesulitan menanggung biaya operasi lantaran biayanya terlalu besar. Sementara, seorang korban lainnya, Bagus, juga akan dioperasi karena mendapatkan luka sobek yang cukup dalam pada kaki kanannya.

“Epek perlu segera dioperasi agar tidak tambah parah. Pihak Rumah Sakit meminta uang muka sebelum dioperasi sebesar 3,2 juta rupiah. Uang sebesar itu dari mana kami dapatkan, untuk itu mohon bantuan dari teman-teman Korwil dan DPP Pasoepati,” tambahnya.

Secara terpisah, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pasoepati, Anwar Sanusi menanggapi serius kondisi yang sedang dialami oleh dua anggotanya. Menurutnya, dalam waktu dekat DPP Pasoepati akan melakukan konsolidasi guna meringankan beban Epek dan Bagus.

“Kami tetap akan membantu biayanya, namun perlu membahasnya dulu dengan DPP serta korwil lainnya. Untuk saat ini, fokus kami adalah membawa pulang 32 motor yang rusak di Sleman. Puluhan motor Pasoepati itu juga masih ditahan di Polsek Depok Timur, Sleman,” jelas Anwar.

Bahkan, Anwar Sanusi menambahkan saat ini pihaknya tengah mengupayakan dua personil Pasoepati yang masih ditahan juga di Polsek Depok Timur, karena membawa senjata tajam (sajam). Keributan antara suporter PSS Sleman yakni Brigata Curva Sud dengan Pasoepati terjadi pada laga Divisi Utama LPIS yang mempertemukan tuan rumah PSS Sleman melawan Persis Solo, di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (21/4).

 

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS