SMKN 4 Bakal Buka Kelas Kewirausahaan
Solo – SMK N 4 mulai rintis kelas kewirausahaan. Program baru ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang dapat menciptakan lapangan kerja sendiri. Kelas kewirausahaan tersebut rencananya akan dimulai pada tahun ajaran baru mendatang. Kelas tersebut juga akan dijadikan proyek percontohan untuk program keahlian tata boga.
Menurut Sugiyarto selaku Kepala SMKN 4, program kelas kewirausahaan tersebut adalah hasil kerja sama antara Deutscher Entwicklungsdienst (Ded) Jerman dengan SMK N 4 Solo. Program ini dilatarbelakangi karena banyaknya siswa yang selalu mengalami kendala dalam pembiayaan sekolah. Padahal, sebenarnya siswa sendiri punya modal keterampilan untuk menghasilkan uang dan tidak bergantung pada orang tua.
"Biasanya, sekitar 70 persen siswa kesulitan dalam membayar iuran sekolah. Andaikata siswa bisa berwirausaha untuk membiayai sekolahnya sendiri, tentu ini akan lebih elegan daripada meminta bantuan atau menuntut pendidikan gratis," katanya.
Program ini akan ditujukan untuk kelas XI yang dinilai sudah cukup mendapat berbagai bekal dalam menghasilkan berbagai macam produk boga. Selain mendapatkan keterampilan memproduksi makanan, mereka juga akan mendapatkan teori mengenai strategi-strategi berbisnis.
Adanya kelas tersebut diharapkan para siswa bisa menjadikannya sebagai sarana laboratorium untuk melakukan riset-riset dalam bidang bisnis tata boga. Riset-riset tersebut meliputi perencanaan bisnis, keputusan produk, kebijakan harga, pengemasan barang, pelayanan kepada konsumen, hingga cara menghadapi pesaing. Untuk itu, diharapkan kelas ini tidak hanya sekedar menghasilkan penjual, melainkan melahirkan para pengusaha muda.
"Nantinya satu kelas akan berisi 36 siswa yang dibagi menjadi enam kelompok. Masing-masing kelompok akan mendapat bantuan modal sebesar Rp 6 juta sebagai untuk pembelanjaan bahan baku. Sedangkan untuk proses produksi dapur sekolah bisa digunakan," tutur Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Hendrina Widiastuti.
Sejauh ini, berbagai persiapan sudah gencar-gencarnya dilakukan dan sudah hampir masuk dalam tahap finalisasi. Saat Sekolah Bersama dengan Ded, tengah dalam proses pengembangan modul untuk bahan teori yang akan diajarkan selama 2,5 bulan sebelum program tersebut direalisasikan.
Berita Terkait
Komentar
Tinggalkan Balasan
Berita Terkini
- Ayo Berinternet yang Sehat dan Aman...
- Petani Tembakau di Klaten Sulit Ban...
- GMNI Unisri Adakan Sarasehan Kebang...
- Rawan Kecelakaan, Empat Bukaan Medi...
- Belum-belum kok Sudah Bocor
- Selingkuhan Melapor, Oknum Polisi T...
- Mei, Mall Paragon Semarak Event
- Kantor Cabang KSPS Berkah Kebanjira...
- Gagal Dulang Poin di Aceh
- Kerja kok Sambil Jualan Ciu?
- SK Relokasi Warga Merapi Batal Dita...
- Tidak Hanya Maliawan, Pemkot Minta ...
- Setubuhi Gadis Dibawah Umur, Pengam...
- Saling Senggol Berujung Bacok
- Inilah Kronologi Penandatanganan Re...


Inilah Kronologi Penandatanganan Re...
Kerabat Kusumowandowo Ingin Diperte...
Besok, Hangabehi-Tedjowulan Bertemu...
Kerabat Keraton Datangi Balaikota
KPH Satriyo: Sinuhun Hangabehi Dire...
KGPH Puger Ambil Alih Tugas Sinuhun...
Sentana Dalem Keraton Urung Menghad...
bagus terus di praktekkan inventaris segala hambatan tolong hasil manajemen lab. itu di abakukan dan ditularlkan ke semua smk dari smk al azhar banyuwangi trims