0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Aksibilitas Informasi Bagi Tuna Rungu Dikeluhkan

Mohammad Isnaeni (Ketua GERKATIN Solo) (Dok.Timlo.net/ Kacuk legowo)

Solo — Kurangnya perhatian pemerintah berkaitan dengan aksibilitas media informasi di berbagai ruang publik dikeluhan kalangan penyandang tuna rungu. Hal tersebut dianggap sebagai hambatan bagi  para penyandang tuna rungu dalam memperoleh informasi karena pada umumnya ruang publik.

Hal tersebut diungkapkan Ketua GERKATIN (Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia) Surakarta, Isnaeni melalui penerjemahnya,  Ruli  kepada Timlo.net usai acara “Charity for GERKATIN” di Rumah Blogger Indonesia  (RBI) Jajar, Solo.

“Perhatian pemerintah kami nilai masih sangat kurang.  Saat itu kami menggelar acara Semiloka tentang Aksebilitas Tunarungu pada bulan Desember 2011 lalu  dengan mengundang berbagai instansi pemerintah, namun sangat kami sayangkan karena hanya sedikit yang menghadiri. Kami berharap pemerintah lebih peduli, dengan menyiapkan aksebilitas di ruang-ruang publik dengan menambah fasilitas berupa papan pengumuman, dengan begitu akan memudahkan penyandang tuna rungu dalam mengakses informasi-informasi penting,” ungkapnya. “Kalau di stasiun sering ketinggalan kereta, kalau di bandara yo kadang ketinggalan pesawat karena tidak bisa mendengarkan pengumuman melalui toa,” tambahnya.

Selama ini GERKATIN sendiri telah menyelenggarakan berbagai kegiatan, diantaranya sosialisasi Bahasa Isyarat yang digelar di Car Free Day (CFD), latihan futsal setiap Minggu,  sablon tiap minggu, serta animasi. Sebagai acara tahunan juga rutin mengadakan  halal bihalal, 17-an, dan Ultah GERKATIN. Kegiatan tahunan tersebut didanai dari APBD. Tahun 2011 sebesar Rp 4juta, sedangkan tahun 2012 ini Rp 5 juta.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge