0271-3022735 redaksi@timlo.net
default-logo

Kepala Sekolah Wajib Punya Nomor Unik

- Timlo.net
dok.timlo.net/niza novita

dok.timlo.net/niza novita

Prof Dr Siswandari MStats, Ketua LPPKS

Solo – Kepala Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) Prof Dr Siswandari MStat mengatakan, seleksi kepala sekolah (Kasek) meliputi berbagai jenjang. Yang pertama adalah seleksi akademik. Jika calon lolos seleksi akademik, aka selanjutnya mengikuti Diklat (pendidikan dan latihan) tiga tahap. Yakni, In service learning I, On the job learning dan in service learning 2.

“Nah, hasil seleksi calon Kepala Sekolah tersebut akan dinilai master trainer nasional. Ini merupakan Diklat berlapis. Jika lolos mereka memperoleh sertifikat tanda tamat pelatihan dan sertifikat wajib kepala sekolalah baru, yang didalamnya ada Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS),” kata Prof Dr Siswandari di Kampus UNS, Solo, Selasa (20/3).

Untuk bisa menghasilkan kepala sekolah yang mumpuni atau berkualitas, Prof Siswandari yang  Guru Besar FKIP UNS ini meminta 93 kabupaten/kota di seluruh Indonesia untuk mengusulkan jumlah calon Kasek  sebanyak dua kali lipat dari kebutuhan. “Masing-masing daerah harus mengajukan dua kali lipat calon kepala sekolah dari kebutuhannya selama dua tahun ke depan. Tingkat kelulusannya hanya 50 persen,” pintanya.

Menurut Prof Siswandari, guru yang diproyeksikan menjadi calon Kasek adalah mereka yang potensial dan memenuhi persyaratan administrasi. Yakni pendidikan minimal S1, golongan IIIC, telah mengajar minimal lima tahun dan memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS