• Rabu, 23 Mei 2012
Penghormatan Para Musisi Keroncong Untuk Sang Maestro

Musik Keroncong Warnai Pitungdinanan Almarhum Gesang

Bram Dwi Atmanto - Timlo.net
Sabtu, 29 Mei 2010 | 11:03 WIB
  • Share
Dok. Timlo.Net/Bram
Suasana keroncongan 12 jam di peringatan tujuh hari Alm. Gesang (27/5)

Solo – Nama besar Gesang tetap menggema walaupun ia telah tiada. Para musisi keroncong yang tersebar di berbagai wilayah, dengan sadar, tulus, dan iklas hadir di acara keroncongan 12 jam yang digelar dalam rangka memperingati 7 hari meninggalnya Sang Maestro. Turut pula Wakil Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo yang juga menyumbangkan suaranya menyanyikan hasil karya eyang Gesang.

Rudy yang kemarin ditemui Timlo.net menandaskan bahwa saat ini Pemkot Solo tengah mengusahakan agar Gesang dijadikan Pahlawan Nasional. “Pentas selama 12 jam ini merupakan langkah awal Pemkot Solo dalam mengusahakan agar almarhum Gesang dapat dijadikan pahlawan nasional. Jika permohonan kami ini diterima, maka ke depan, kegiatan-kegiatan serupa pasti akan kami gelar secara lebih intens di Kota Bengawan ini,” terangnya.

Wartono selaku Ketua Pelaksana Peringatan Pitungdinanan, menjelaskan bahwa keroncongan pitungdinanan Almarhum Gesang ini proses pelaksanaannya sangat mepet, namun diluar dugaan acara ini mampu menyedot perhatian para musisi keroncong untuk ikut serta menghormati Gesang lewat acara ini.

“Saat diberitahu Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Solo, Purnomo Subagyo yang menggagas acara ini , saya sempat pesimis karena persiapannya yang sangat mepet. Namun kemudian, setelah saya hubungi beberapa-teman seniman keroncong, tanggapan mereka cukup mengejutkan. Meski ajakan untuk manggung di sini sebatas getok tular saja, tapi sampai pagi tadi sudah ada 24 grup orkes keroncong di Solo, Sukoharjo dan Karanganyar yang mengkonfirmasi kesiapannya untuk hadir dalam gelaran pitungdinanan kali ini,” jelasnya di sela pementasan.

Acara pitungdinanan ini, lanjut Wartono, diharapkan tidak sekadar upaya nguri-nguri kebudayaan musik keroncong semata, melainkan mencoba menghidupkan kembali era 60-an, di mana musik keroncong sempat menjadi primadona di tanah air.

Selain itu, Joko Blangkon sang pimpinan OK. Buk Bolong Sukoharjo (BBS) yang ikut dalam peringatan pitungdinanan Gesang kali ini, menilai bahwa Gesang merupakan sosok seniman besar lewat karya-karyanya yang mampu menggungah semangat dan hati masyarakat di seluruh dunia. “Penerus keroncong sangat diperlukan dan ini tidaklah mudah. Untuk itu, dari grup kami sejak dulu selalu berusaha mendidik anak-anak untuk belajar keroncong sejak dini. Tidak sekadar belajar bagaimana mengolah cengkok dalam berkeroncong saja, melainkan juga menumbuhkan kecintaan dan kesadaran yang tinggi atas musik keroncong lebih dalam lagi,” tuturnya.

         

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan JS 300×125