0271-3022735 redaksi@timlo.net
Timlo.net

GMNI UNS Gelar Penyuluhan Agraria

Urus Sertifikat Tanah, Langsung ke BPN

- Timlo.net
Dok.Timlo.net/daryono

Dok.Timlo.net/daryono

Penyuluhan agraria di Balai RT Jeberes Tengah RT 01/14 Jebres, Rabu (7/3)

Solo — Masyarakat diminta mengurus sertifikat tanah tanpa memakai jasa perantara atau calo, tetapi mengurus secara langsung ke Kantor Badan Pertanahan Nasioanal (BPN) setempat. Hal ini dikatakan Kepala Sub Seksi Sengketa dan Konflik BPN Surakarta, Radianto, saat menjadi pembicara dalam Penyuluhan Agraria yang diadakan Gerakan  Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komisariat UNS di Balai RT 01/ RW24 Jebres Tengah, Jebres, Surakarta, Rabu (7/3) malam.

Tak hanya itu, menurut Rahdianto, setelah proses sertifikasi selesai, masyarakat diminta merawat tanah, baik tanda batas maupun penguasaan fisik. Hal ini mengingat banyak kasus tanah yang sudah disertifikat kemudian tidak dirawat yang pada akhirnya ditempati orang lain dan di kemudian hari berakibat pada konflik kepemilikan.

Penyuluhan Agraria yang diadakan GMNI Komisariat UNS ini mengambil tema “Sosialisasi Sertifikasi Tanah Dalam Upaya Menciptakan Kesadaran Hukum Masyarakat Menuju Kehidupan Yang Tertib, Aman, dan Sejahtera”. Penyuluhan yang diikuti puluhan warga RT 01 RW 24 dan mahasiswa ini juga menghadirkan Dosen Agraria Fakultas Hukum UNS, Lego Karjoko SH MH dan Ketua Perhimpunan Mahasiswa Hukum (PERMAHI) Solo, Syaifudin SH.

Ketua Pelaksana, Resky Septiana mengatakan, penyuluhan ini untuk memberikan wawasan kepada masyarakat dan mahasiswa tentang sertifikasi tanah sehingga meminimalisir konflik di bidang agaria yang akhir-akhir ini sering terjadi. “Mudah-mudahan penyuluhan ini bisa  memberi informasi tentang sertifikasi tanah yang selama ini  masih belum banyak difahami, “ tandas Resky.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS