0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Uji Nyali di Gua Platar Wonogiri

Beginilah sosok gua Platar dilihat dari depan alias dari pintu masuknya, imut yah ? tapi jangan salah di dalamnya super menegangkan, cocok buat acara uji nyali. (dok.timlo.net/aris arianto)

Wongiri — Melakukan uji nyali alias tes keberanian tidak melulu mesti di tempat yang wingit lan gawat keliwat (tempat yang angker dan menakutkan) seperti kuburan, muara sungai, atau gedung tua. Uji nyali dapat pula dilakukan di bagian bumi yang menyajikan kesejukan dan keasrian alam seperti di gua.

Nah, salah satu gua yang layak dijadikan media tersebut adalah Gua Platar. Dinamakan demikian lantaran letaknya di Dusun Platar, Desa Platarejo, Kecamatan Girimoyo, Wonogiri. Cukup jauh memang dari Ibukota Kabupaten Wonogiri. Sebab berjarak sekira 60 kilometer arah selatan. Tapi andai diukur dari pusat Kecamatan Giriwoyo hanya 6 kilometer. Posisinya tidak jauh dari jalan raya Giriwoyo – Jogjakarta. Paling banter lepas dari jalan cuma sejauh 300-an meter.

Saat akan memasuki areal gua, yang tampak hanya pintu masuk yang terbilang sempit ketimbang kondisi gua pada umumnya. Pasalnya pintu masuknya hanya berukuran tinggi 1,5 meter dan memiliki lebar 2 meter. Tapi, di dalamnya, wah! Terhitung ada lima ruangan di situ. Masing-masing dinamai menurut karakteristiknya. Ada yang dinamakan Ruang Kenthongan, Ruang Watu Lumbung, Ruang Laku Ndodok, Ruang Laku Mbrangkang, dan terakhir Ruang Lorong Panjang.

Ruang Kenthongan merupakan ruangan pertama di Gua Platar. Berupa dimensi dengan lebar 3,5 meter dan tinggi 2 meter. Di salah satu sudutnya ada sebuah batu lonjong yang jika dipukul mengeluarkan bunyi layaknya kenthongan. Selanjutnya Ruang Watu Lumbung. Dinamakan demikian gara-gara terdapat batu besar yang menyerupai tumpukan ikatan padi (lumbung). Di sini ruangannya cukup luas.

Ruang ketiga dinamakan Ruang Laku Ndodok. Betul, sesuai namanya pengunjung yang kepengin masuk mesti berjalan ndodok atau berjongkok dengan mengingsut. Panjang ruangan ini mencapai 19 meter.

Dan inilah ruangan yang paling ditunggu para calon peserta uji nyali, Ya , Ruang Laku Mbrangkang. Berupa lorong super sempit dengan ukuran panjang 36 meter, lebar 1,4 meter, dan tinggi hanya 70 sentimeter. Bisa terbayangkan bagaimana susahnya menyelusuri ruangan ini. Berdasarkan cerita seorang rekan pecinta alam, saat memasukinya, dia mesti merayap seperti ular. Dan harus super waspada, banyak runcingan batu yang bisa saja mengoyak kulit kita.

Usai itu, kita bakalan dihadapkan pada ruang terakhir yang memiliki panjang 300an meter. Hanya saja kehati-hatian mutlak diperlukan ketika melewatinya. Suasananya amat gelap. Sudah begitu pengap lagi. Bagi yang punya penyakit asma atau paru-paru dimohon tidak masuk, bisa-bisa kesulitan bernafas nanti.

Total jenderal panjang ruangan Gua Platar mencapai 400 meter lebih. Wow! Fantastis. Dan ini sudah dibuktikan oleh sekelompok pecinta alam asal Kota Solo. Tapi sayang mereka tidak bersedia disebut namanya. Tidak kepingin terkenal apa ya?

Mereka yang masuk kala itu sempat membawa sebuah akar Pohon Trembesi dari dalam lorong gua. Setelah keluar dan dicek pokok pohonnya ternyata berasal dari pohon milik penduduk yang berjarak 400 meter lebih dari mulut gua. Percaya tidak ?

Nah setelah membaca sedikit deskripsi keberadaan Gua Platar di atas, kira-kira siapa lagi nih yang bakalan menyusul kelompok pecinta alam Kota Solo tersebut? Tentu saja harus masuk sampai mentok di ujung lorongnya. Alias mesti siap-siap uji nyali.

Berani coba? Dijamin gratis dan menegangkan. Hiiii…!



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge