Air Seni Manusia Dihargai Rp 1.000 Per Liter
Indramayu – Apa jadinya jika air seni dibisniskan? Ternyata hal unik itu terjadi di daerah Indramayu, Jawa Barat. Bisnis yang tak lazim ini awalnya menuai banyak pro dan kontra di kalangan masyarakat, namun masyarakat akhirnya mengakui dengan adanya bisnis air seni, dapat manambah pendapatan hidup mereka.
Sebuah perusahaan di bidang pengolahan pupuk organik, tepatnya di kecamatan Kandanghaur, Indramayu Jawa Barat, bersedia membeli air seni manusia seharga Rp 1.000 perliter, air seni tersebut akan digunakan sebagai bahan pencampur pupuk organik yang diproduksi oleh perusahaan tersebut.
Pada awalnya bisnis tersebut mendapat tentangan dari para pemuka agama dan tokoh masyarakat sekitar, namun masyarakat semakin mengakui, dengan adanya bisnis dari perusahaan tersebut, pendapatan masyarakat sekitar menjadi bertambah. Menurut warga, hasil penjualan air seni mereka bisa digunakan menambah biaya sekolah anak dan listrik.
Bisnis air seni terbilang pertama kali di Indramayu. Seperti dikutip dari cybernews.com, Sardi, perwakilan perusahaan mengatakan, bisnis pengolahan air seni belum banyak dilirik orang. Karena itu, penerimaan air seni dibatasi. Sardi menerima sekitar 5.000 hingga 6.000 liter air seni per bulan. Jumlah itu akan ditambah bila pesanan pupuk meningkat.
Berita Terkait
Berita Terkini
- Ayo Berinternet yang Sehat dan Aman...
- Petani Tembakau di Klaten Sulit Ban...
- GMNI Unisri Adakan Sarasehan Kebang...
- Rawan Kecelakaan, Empat Bukaan Medi...
- Belum-belum kok Sudah Bocor
- Selingkuhan Melapor, Oknum Polisi T...
- Mei, Mall Paragon Semarak Event
- Kantor Cabang KSPS Berkah Kebanjira...
- Gagal Dulang Poin di Aceh
- Kerja kok Sambil Jualan Ciu?
- SK Relokasi Warga Merapi Batal Dita...
- Tidak Hanya Maliawan, Pemkot Minta ...
- Setubuhi Gadis Dibawah Umur, Pengam...
- Saling Senggol Berujung Bacok
- Inilah Kronologi Penandatanganan Re...


Inilah Kronologi Penandatanganan Re...
Kerabat Kusumowandowo Ingin Diperte...
Besok, Hangabehi-Tedjowulan Bertemu...
Kerabat Keraton Datangi Balaikota
KPH Satriyo: Sinuhun Hangabehi Dire...
KGPH Puger Ambil Alih Tugas Sinuhun...
Sentana Dalem Keraton Urung Menghad...