• Rabu, 23 Mei 2012

Kondisi Gesang Semakin Memburuk

Bram Dwi Atmanto - Timlo.net
Rabu, 19 Mei 2010 | 10:04 WIB
  • Share
Dok. Timlo.Net/Bram
Gesang sedang tergolek di ruang ICU RS PKU Muhammadiyah Solo. (18/5)

Solo – Kondisi Gesang semakin menurun bahkan sang Maestro Keroncong ini harus dilarikan ke ruang ICU mengingat kondisinya yang semakin memburuk.  Pada pukul 11.30 WIB  selang infus dilepas karena mengalami bengkak dan semakin parah pada pukul 14.00 WIB karena tekanan darah Gesang hanya 80 dan mulai nglantur.

 

Berdasarkan penuturan Keponakan Gesang, Yuniarti, ketika  infus dilepas tidak terjadi apa-apa. Bahkan Gesang masih sempat menyanyikan lagu Selamat Tinggal  dan bercanda dengan keluarga. Tapi selepas itu kondisinya berangsur-angsur menurun bahkan tekanan darah hanya mencapai 80. “Waktu diperiksa tekanan darahnya hanya 80, sehingga membuat keluarga sangat panik”,  terangnya.

 

Tim dokter butuh waktu dua jam untuk menaikkan tekanan darah Gesang dari 80 menjadi 95. Setelah itu ia langsung dibawa ke ruang ICU. Di ruang  ICU sangat memungkinkan untuk terus memantau kondisi kesehatan Gesang. “Sebelum drop Gesang sempat menerima tamu dari China dua kali”,  tutur Yuniarti.

 

Tidak hanya itu, pandangan matanya pun kosong dan sering memandang hal-hal aneh yang tidak bisa dilihat orang lain. Melihat situasi itu keluarga terus membisikan asma Allah dan menyuruhnya sholat. Tapi Gesang tidak mau menirukan dan malahan diam saja. “ Biasanya sering menirukan ketika saya bisikan, tapi sekarang tidak, mungkin menirukannya didalam hati. “ ujarnya.

 

Sampai berita ini diturunkan tim dokter terus memantau kesehatan gesang. Dan bahkan hari ini akan dilakukan pengecekan darah. Menurut dokter, Gesang mengalami gangguan pada jantung dan lambung, belum lagi  kondisi perut yang kosong karena tidak makan

 

Yuniarti menceritakan, sebelumnya Gesang sempat meminta kertas kosong dan bolpoin. "Saya sempat kira mau menuliskan wasiat ternyata malah menyuruhnya untuk menuliskan syair Bengawan Solo dan Jembatan Merah". Sewaktu minta kertas dia berkata "Opo yo nduk lagune tapi yang pakai bahasa Indonesia”, terangnya.

 

“Waktu itu saya spontan langsung mengusulkan lagu Bengawan Solo dan Jembatan Merah untuk dituliskan”,  imbuh Yuniarti.  Gesang sendiri sempat akan menuliskan sesuatu namun hanya huruf  'S' saja yang tertulis karena ia sudah tidak kuat untuk menulis.

         

Berita Terkait

Komentar

  1. D3pd

    Semoga semuanya berjalan lancar dan semoga lekas sembuh :-D

  2. Joko Lelono

    Semoga diberi yang terbaik untuk beliau.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan JS 300×125