0271-3022735 redaksi@timlo.net
Timlo.net

Pensiun, Pak Wi Dihadiahi Kethoprak

- Timlo.net
Dok.Timlo.net/ Kacuk Legowo

Dok.Timlo.net/ Kacuk Legowo

ST Wiyono Seniman Teater Solo

Solo — Setelah 32 tahun menjadi PNS dan mengabdikan diri di lembaga kesenian, ST Wiyono, salah satu  tokoh dan penggiat kesenian Taman Budaya Jawa Tengah akan pensiun dari jabatannya di usianya yang sudah menginjak 56 tahun.

Pak Wi, begitu panggilan akrabnya. Pria kelahiran Solo 27 Februari 1956 yang menyandang gelar PNS sejak 1980 silam akan  mengakhiri jabatannya sebagai pegawai negeri pada 27 Februari ini.

Pak Wi mengaku sudah sejak muda masuk  dunia seni.  Pertama kali yang ia tekuni adalah seni  teater dan pernah  menjadi penulis naskah sekaligus  sutradara. Meskipun sudah menjadi PNS sejak masuk ASKI tahun 1980 dia masih sempat berkarya. Karyanya pernah tiga kali  masuk 3 besar tanpa jenjang dalam festival teater tingkat  nasional di era  tahun 1980 hingga 1990  an dengan mengangkat tema cerita rakyat, diantaranya Dua Matahari, Ranggalawe, Gendhuk Gotri (Bagong Gugat).

Selain itu, beberapa karyanya yang lain Alumni ASKI Jurusan Seni Tari itu pun juga mempunyai beberapa karya dalam bentuk drama tari maupun tari,  di antarannya Bisma  Gugur, Rama Bargowo, Dewa Ruci, Calon Arang dll. Tahun 90 an mulai melirik  teater rakyat atau kethoprak.

Saat ditemui  Timlo.net di Wisma Seni Taman Budaya Jawa Tengah, Kentingan Jebres, Kamis (22/2),  dia berjanji akan kembali berkesenian usai pensiun. “Setelah pensiun nanti saya akan nyeni (berkesenian –Red) lagi. Saya ingin melanjutkan cita-cita saya  untuk terjun ke teater tradisional kethoprak yang sempat tertunda sejak saya diangkat sebagai PNS karena harus menjadi pelayan bagi para seniman di TBJT ini,” katanya.

Pak Wi  berharap TBJT  tetap bisa menjadi ajang bagi para seniman untuk berproses dan berkreasi memamerkan karyanya. “Saya juga berharap kedepannya nanti TBJT tetap eksis dan benar-benar bisa mewadahi  para seniman khususnya kota Solo untuk berproses dan berkreasi dan memamerkan karyanya.”

Sebagai bentuk penghargaan kepada orang yang sudah 32 tahun mengabdi kepada negara dan TBJT tersebut, rencananya akan diadakan acara pementasan  kethoprak, tari dan geguritan di Wisma Seni TBS oleh beberapa seniman, pada Rabu (29/2).



Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS