Gaji Tak Sesuai, BJ “Menghilang”
Solo – Pelatih Persis Solo yang berkecimpung di arena Divisi Utama PT liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) Junaidi secara mengejutkan pergi meninggalkan klubnya dan pulang ke Balikpapan, Senin (20/2) malam.
Seperti tak ada angin kencang ataupun badai, sang nahkoda yang baru saja mengantarkan Persis meraih kemenangan atas Persipasi 3-0 akhir pekan lalu, justru memilih pulang ke kampung halamannya. Masalah gaji dan diperlakukan tidak adil oleh manajemen menjadi penyebab eks Allenatore Persiba Balikpapan dan Persijap Jepara ini minggat.
Junaidi atau yang akrab disapa Bang Jun (BJ) pergi meninggalkan Kota Bengawan, Senin (20/1) dan sampai ke Balikpapan (Kalimantan Timur) pada malam harinya. Saat dikonfirmasi Timlo.net, Selasa (21/2) sore, melalui sambungan telepon, pelatih yang kerap mengenakan topi ini mengaku, manajemen Persis Solo LPIS telah memperlakukannya secara tidak adil. Ketidakadilan dalam besar nominal gajilah yang membuat Junaidi meninggalkan Solo begitu saja.
“Saya hanya ingin mencari keadilan secara profesional. Setidaknya setiap pekerjaan yang memiliki tanggung jawab yang besar, sudah sewajarnya mendapatkan gaji yang lebih tinggi dan lebih pantas,” terang Junaidi.
Secara terang-terangan, Bang Jun pun mengaku bahwa gaji yang selama ini diterimanya ternyata sama besarnya dengan yang diterima asistennya. Menurutnya, hal tersebut sudah terjadi sejak kompetisi dimulai. “Ternyata 4 bulan ini aku enggak tahu kalau gajiku ternyata sama besarnya dengan seorang asisten. Jika berbicara profesional, harusnya gaji itu disesuaikan berdasarkan grade staff dan tugas serta tanggung jawabnya. Kalau sudah seperti ini kan berarti aku tidak dihargai,” tegas Junaidi.
Sembari pulang ke tanah asalnya Balikpapan, Bang Jun juga mengaku telah mengirimkan surat secara langsung kepada CEO PT Solo Indomandiri Profesional (SIP) Kesit Budi Handoyo, yang isinya agar Kesit segera mendalami keinginan Junaidi. “Bukan surat pengunduran diri, hanya meminta keadilan saja. Surat sudah aku kirim ke CEO sebagai kepanjangan dari Konsorsium. Saya tunggu secepatnya,” tutup Junaidi.
Belum lama ini, para pemain Persis juga mengancam melakukan pemogokan karena gaji yang terlambat dibayarkan, meski akhirnya masalah itu selesai sebelum pertandingan melawan Persipasi. Tampaknya kini masalah lain muncul dengan menimpa sang pelatih Junaidi juga karena persoalan upah.
Berita Terkait
Berita Terkini
- Ayo Berinternet yang Sehat dan Aman...
- Petani Tembakau di Klaten Sulit Ban...
- GMNI Unisri Adakan Sarasehan Kebang...
- Rawan Kecelakaan, Empat Bukaan Medi...
- Belum-belum kok Sudah Bocor
- Selingkuhan Melapor, Oknum Polisi T...
- Mei, Mall Paragon Semarak Event
- Kantor Cabang KSPS Berkah Kebanjira...
- Gagal Dulang Poin di Aceh
- Kerja kok Sambil Jualan Ciu?
- SK Relokasi Warga Merapi Batal Dita...
- Tidak Hanya Maliawan, Pemkot Minta ...
- Setubuhi Gadis Dibawah Umur, Pengam...
- Saling Senggol Berujung Bacok
- Inilah Kronologi Penandatanganan Re...


Inilah Kronologi Penandatanganan Re...
Kerabat Kusumowandowo Ingin Diperte...
Besok, Hangabehi-Tedjowulan Bertemu...
Kerabat Keraton Datangi Balaikota
KPH Satriyo: Sinuhun Hangabehi Dire...
KGPH Puger Ambil Alih Tugas Sinuhun...
Sentana Dalem Keraton Urung Menghad...