Sekolah Gratis Anak Jalanan Didanai Secara Patungan
Sukoharjo – Apa yang dilakukan oleh Komunitas Relawan Anak Bangsa (KRAB) dan Pemuda Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sukoharjo dalam memberikan kepedulian langsung berupa sekolah gratis kepada anak jalanan, pengamen dan anak putus sekolah di Sukoharjo, patut diacungi jempol.
Mengapa tidak? Dengan segala keterbatasan, biaya yang sangat minim, yakni dari patungan para relawan dan mengandalkan donatur dari para dermawan, mereka mampu mewujudkan sekolah gratis untuk anak jalanan, pengamen dan anak putus sekolah di Sukoharjo.
Hingga kini, setidaknya 30 anak jalanan di Sukoharjo sudah menjadi siswa di Sekolah Anak Bangsa yang bertempat di Markas BNK Sukoharjo. Mereka terbagi di beberapa kelas, di antaranya kelas musik, kelas komputer, kelas tari serta Kejar Paket B dan C.
Pembina Sekolah Anak Bangsa dari Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sukoharjo, Agus Widanarko, mengatakan, dengan segala keterbatasan, pihaknya beserta Komunitas Relawan Anak Bangsa dan Pemuda BNK berupaya maksimal dalam memberikan sekolah gratis kepada anak jalanan. Ia mengakui bahwa sarana prasarana yang dimiliki pun masih kurang memadai. Namun hal itu tidak menciutkan semangat mereka dalam proses belajar mengajar.
“Sementara ini kami memanfaatkan peralatan seadanya. Dari patungan antar relawan dan donatur dari para dermawan. Tapi hal itu tidak menciutkan tekad kami untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa. Sambil berjalan, saya juga keliling ke kantor-kantor jika ada meja yang sudah tidak terpakai, mungkin bisa kami minta untuk menunjang kegiatan belajar di Sekolah Gratis Anak Bangsa,” ungkap Danar. Selasa (21/2).
Danar menambahkan, sekarang ini minat dan antusias anak jalanan meningkat dalam mengikuti sekolah gratis di Markas BNK. Dengan bertambahnya anak jalanan yang ikut sekolah gratis, meja dan white board (papan tulis) tidak cukup untuk seluruh kelas, sehingga masih secara bergantian digunakan.
“Terutama meja dan white board yang kami butuhkan saat ini. Kami harap dengan sekolah gratis ini, membuat mereka tidak kembali turun ke jalan sehingga jauh dari bahaya kenakalan di jalanan seperti miras dan lain-lain. Karena di sekolah gratis ini juga ada pelajaran agama berupa baca tulis Alquran dan rohani Kristen,” imbuh Danar.
Berita Terkait
Berita Terkini
- Ayo Berinternet yang Sehat dan Aman...
- Petani Tembakau di Klaten Sulit Ban...
- GMNI Unisri Adakan Sarasehan Kebang...
- Rawan Kecelakaan, Empat Bukaan Medi...
- Belum-belum kok Sudah Bocor
- Selingkuhan Melapor, Oknum Polisi T...
- Mei, Mall Paragon Semarak Event
- Kantor Cabang KSPS Berkah Kebanjira...
- Gagal Dulang Poin di Aceh
- Kerja kok Sambil Jualan Ciu?
- SK Relokasi Warga Merapi Batal Dita...
- Tidak Hanya Maliawan, Pemkot Minta ...
- Setubuhi Gadis Dibawah Umur, Pengam...
- Saling Senggol Berujung Bacok
- Inilah Kronologi Penandatanganan Re...


Inilah Kronologi Penandatanganan Re...
Kerabat Kusumowandowo Ingin Diperte...
Besok, Hangabehi-Tedjowulan Bertemu...
Kerabat Keraton Datangi Balaikota
KPH Satriyo: Sinuhun Hangabehi Dire...
KGPH Puger Ambil Alih Tugas Sinuhun...
Sentana Dalem Keraton Urung Menghad...