• Rabu, 23 Mei 2012
Pre even SIEM

Ary Sutedja Sajikan Musik Mendalam

Bram Dwi Atmanto - Timlo.net
Sabtu, 15 Mei 2010 | 10:11 WIB
  • Share
Dok. Timlo.Net/Bram
Ary Sutedja, Soun-Youn Yoon dan Mikhail David dalam penampilannya di Sunan Hotel. (15/5)

Solo – Penampilan Ary Sutedja dalam pre-even SIEM 2010 di Ballroom Sunan Hotel, hanyutkan ratusan orang yang datang menikmati musik klasiknya. Ary yang semalam tampil bersama Soun Youn Yoon mampu membawa para penikmat musik ke suasana yang tenang, lembut, dan damai.

Ary Sutedja, musisi piano yang juga mendapatkan gelar “Master Of Music” di bidang seni pertunjukan piano dari Universitas Towson, Baltimore, Maryland ini mengawali permainannya dengan mengajak para penonton untuk flashback ke masa lampau dengan memainkan alunan musik piano solo dari composer Italia bernama Dominicus Scarlatti. Selanjutnya Ary berkolaborasi dengan Soun Youn Yoon musisi Oboe dari Korea dengan membawakan Sonatina for Oboe and Piano karya Lennox Berkley, Gavotte Elegiac Dance Presto karya Michael Head, Concert Piece Op. 33 karya Julius Rietz dan terakhir Concerto for Oboe and Piano karya Domenico Cimarosa, dan Ary juga sempat membawakan lagu karya Jaya Suprana berjudul Tembang Alit.

Dalam pertunjukan musik classic tersebut Ary Sutedja, Soun Youn Yoon juga berkolaborasi dengan Mikhail David seorang seniman lukis. Mikhail David membuat sebuah lukisan abstrak yang dipadukan dari alunan musik yang dimainkan oleh Ary dan Soun-Youn Yoon.

Pemainan musik yang ditampilkan selama 1 jam ini, mampu membuat para penonton merasakan sesuatu yang berbeda. Hal itu dibuktikan dengan sharing yang diungkapkan penonton selepas pertunjukkan konser. Salah satunya Mbah Prapto seorang budayawan yang nama sudah tidak asing lagi, merasakan sesuatu yang berbeda dari musik yang dimainkan oleh Ary Sutedja dan Soun-Youn Yoon serta goresan tinta Mikhail David. “Musik ini sangat berbeda, mampu membawa saya ke alam yang lain, saya benar-benar terkesima”, ungkap Mbah Prapto. Selain Mbah Prapto juga banyak penonton yang merasakan hal yang serupa. Bahkan ada seorang penonton yang merasakan sebuah terapi. “Segala masalah saya hilang setelah mendengarkan musik ini” ungkap salah penonton dalam sharing tersebut.

Diakui Ary, memang musik yang dimainkannya mampu membawa para penonton kea lam lain, dan bahkan ada juga yang merasakan sebuah terapi dari musik klasiknya. Rencana hasil sharing tersebut akan dijadikan buku setelah terkumpul dari 100 kota. Rencananya Ary bakal menggealr tour di 100 kota yang bertujuan mengenalkan musik klasik bagi seluruh penikmat musik di Indonesia, tanpa batas.

         

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan JS 300×125