Blanksack “Rumah” Para Penjelajah
Solo – Jully Christiant (33), perempuan yang hobi touring ini telah menaklukkan 2 pulau, yaitu Jawa dan Sumatera dengan tema tournya Sigle Touring Road Indonesia. Dikarenakan sakit selama 2 bulan, target Jully untuk menyelesaikan touringnya 1,5 tahun pun akhirnya molor.
Dengan menggunakan Honda Beat, ia masih akan melanjutkan touringnya sampai selesai. Dari pengamatan Timlo.net, Jully memang terlihat sedikit pucat ketika Timlo.net wawancarai di Lapangan Tembak, sebelah barat Stadion Manahan, Jumat (17/2).
Touring Jully ini sendiri akan mengunjungi 5 titik nol di Indonesia, yaitu Sabang, Merauke, Khatulistiwa, Lintang Selatan dan Lintang Utara. Jully sengaja touring dikarenakan telah menyukai hobi tersebut sejak dulu. Melalui touring, ia bisa ketemu saudara-saudara sesama bikers. “Seperti di Solo ini bisa ketemu teman-teman Blanksack Solo,” ujar perempuan asal Jakarta ini.
Bolank, anggota Blanksack Solo mengatakan, Blanksack sering menemani teman-teman penjelajah yang melintas di Solo. Ada Jully, Riski Si Mawar Jingga, Teguh Pujo Budi Santoso dan Helman Kamal Husin, para penjelajah yang pada Jumaat (17/2) secara tidak sengaja bertemu di Solo. Blanksack pun menjadi “rumah” bagi para penjelajah tersebut
Ketika ada penjelajah yang masuk di Solo, tambah Bolank, maka Blanksack menerima mereka juga kemudian mengantarkan ke tempat-tempat yang ingin dituju. Soalnya para penjelajah ini rata-rata buta dengan daerah yang baru dimasukinya. Blanksack sendiri ada di setiap kota di seluruh Indonesia dengan 30 anggota di Soloraya.
Blanksack berawal dari sebuah komunitas geng motor di Jakarta. Setelah bosan menjadi geng motor, Blanksack yang digagas Babehilham, sering melakukan kegiatan sosial dan juga menerima para bikers yang melintas sebagai bentuk persaudaraan tanpa batas. Blanksack mengharapkan kepada pemerintah supaya jalan diperbaiki, terutama di luar Jawa.
“Jalan di luar Jawa seperti kubangan, Mas,” tegas Jully yang sudah melintas Sumatera.
Tak hanya itu, Blanksack juga berharap pemerintah lebih utamakan keselamatn nyawa bikers. “Pengguna jalan yang ugal-ugalan tolong ditindak. Soalnya nyawa tidak bisa dibeli,“ pungkas Bolank.
Para penjelajah sendiri rencananya akan melanjutkan perjalanannya setelah melihat Solo Wayang Karinival, Sabtu (18/2).
Berita Terkait
Berita Terkini
- Ayo Berinternet yang Sehat dan Aman...
- Petani Tembakau di Klaten Sulit Ban...
- GMNI Unisri Adakan Sarasehan Kebang...
- Rawan Kecelakaan, Empat Bukaan Medi...
- Belum-belum kok Sudah Bocor
- Selingkuhan Melapor, Oknum Polisi T...
- Mei, Mall Paragon Semarak Event
- Kantor Cabang KSPS Berkah Kebanjira...
- Gagal Dulang Poin di Aceh
- Kerja kok Sambil Jualan Ciu?
- SK Relokasi Warga Merapi Batal Dita...
- Tidak Hanya Maliawan, Pemkot Minta ...
- Setubuhi Gadis Dibawah Umur, Pengam...
- Saling Senggol Berujung Bacok
- Inilah Kronologi Penandatanganan Re...


Inilah Kronologi Penandatanganan Re...
Kerabat Kusumowandowo Ingin Diperte...
Besok, Hangabehi-Tedjowulan Bertemu...
Kerabat Keraton Datangi Balaikota
KPH Satriyo: Sinuhun Hangabehi Dire...
KGPH Puger Ambil Alih Tugas Sinuhun...
Sentana Dalem Keraton Urung Menghad...