0271-3022735 redaksi@timlo.net
Timlo.net

Bargawa Sayang Ibu

- Timlo.net
Dok.Timlo.net/ Mala

Dok.Timlo.net/ Mala

Salah satu adegan lakon Bargawa dalam pertunjukan wayang orang di gedung WO Sriwedari, Rabu malam (8/2).

Solo — Dalam epos Ramayana-Mahabaratha, Rama Bargawa adalah salah satu contoh sikap tegas yang juga tetap mengasihi ibunya. Lakon tersebut menjadi rangkaian kisah yang diusung dalam pertunjukan Wayang Orang di Gedung Wayang Orang Sriwedari, Rabu  (8/2) malam.

Lakon itu mengisahkan sosok Rama Bargawa sebagai tokoh utama. Bargawa lahir dari ibu bernama Dewi Renuka. Suatu hari, Dewi Renuka kedapatan selingkuh dengan Prabu Citrarata dari Kerajaan Martikawala. Sang ayah, Maharesi Jamadagni pun murka, dan memanggil kelima anaknya, Rumawan, Susena, Wasu, Wiswawasu, dan Bargawa. Saat itulah Jamagdani memberikan perintah kepada kelima anaknya untuk membunuh ibunya.

Namun, keempat kakak Bargawa tak ada yang mau lantaran sangat mengasihi ibunya. Tak ayal, Jamagdani pun menyumpahi keempat anaknya. Tak ayal, keempat bersaudara itu pun menjadi gila. Lain halnya dengan Bargawa yang menjalankan tugas dengan membunuh ibunya.

Sutradara, Diwasa mengatakan, bahwa Bargawa bersifat tegas sekalipun juga kepada Ibunya. “Meski telah membunuh, tetapi Bargawa kemudian meminta ayahnya untuk menghidupkan kembali ibunya karena kecintaannya pada Ibunya dan keinginan tersebut dikabulkan,” jelas Diwasa kepada Timlo.net.

Suatu hari, lanjut Diwasa, seluruh keluarga Bargawa mati di tangan putra Prabu Arjunasassrabahu, Raja Maespati. Bargawa pun bersumpah membalas dendam terhadap kematian orangtua dan keempat saudaranya.



Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS