0271-3022735 redaksi@timlo.net
Timlo.net

Pertanian di Sragen Hadapi Sembilan Masalah

- Timlo.net
dok.timlo.net/ foto ilustrasi

dok.timlo.net/ foto ilustrasi

Sragen – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sragen, Haryoto, mengungkapkan ada sembilan permasalahan pertanian yang saat ini dialami para petani di Kabupaten Sragen. Kesembilan kelemahan pertanian tersebut di antaranya adalah banjir, kekeringan, tanah pertanian tidak subur, serta adanya kepemilikan lahan pertanian yang minim.

“Adanya cuaca ekstrim yang terjadi di Sragen akhir-akhir ini berdampak pada munculnya bencana alam dan banjir,” katanya di hadapan Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) dalam saresehan KTNA di Aula Palang Merah Indonesia (PMI) Sragen, Sabtu (4/2) lalu.

Di samping itu permasalahan lainnya, menurut Haryoto adalah, jatuhnya harga produksi pertanian ketika masa panen dan lemahnya modal yang dimiliki petani, serta kurang terawatnya sarana dan prasarana pertanian. Disebutkan, dari 20 kecamatan yang ada, sebanyak 17 kecamatan merupakan daerah rawan kekeringan. Di luar masalah tersebut masih ada dua faktor lagi yang ikut mempengaruhi, yaitu rendahnya keterampilan dan pengetahuan petani; dan minimnya minat generasi muda untuk bekerja pada bidang pertanian.

Pertemuan antara KTNA dengan Pemkab tersebut dihadiri oleh kelompok tani yang berasal dari 20 kecamatan di bumi sukowati. Haryoto yang dalam kesempatan tersebut mewakili Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman, yang tidak bisa hadir. Saresehan itu juga dihadiri oleh Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan (Bapeluh), Budiharjo, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Sragen Eka Rini Mumpuni.

Kesembilan masalah pertanian itu, nantinya akan dijadikan dasar untuk mengambil kebijakan khusus selama lima tahun ke depan. Misalnya, minimnya lahan pertanian bakal diambil kebijakan seperti adanya pertanian lestari.(agung)



Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS