• Rabu, 23 Mei 2012

Monumen Bedhol Deso Simbol Keikhlasan Warga

Aris Arianto - Timlo.net
Minggu, 5 Februari 2012 | 11:59 WIB
  • Share
dok.timlo.net/aris arianto
dok.timlo.net/aris arianto
MOnumen Bedhol Deso berdiri kokoh di samping Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri

Wonogiri – Kemasyuran nama Waduk Gajah Mungkur (WGM)  di Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah ternyata tidak diperoleh secara instan. Butuh waktu dan pengorbanan besar dari masyarakat Wonogiri dalam mencapainya. Bukti tentang besarnya pengorbanan tersebut tertoreh dan tergambar begitu gamblang  pada Monumen  Bedhol Deso yang berdiri kokoh di dekat intake (pintu air) WGM.

Secara fisik Monumen Bedhol Deso menggambarkan satu keluarga yang terdiri atas seorang ayah,satu istri beserta dua orang anak dimana salah satunya masih berusia balita. Keempat anggota keluarga itu terlihat melangkahkan kaki sembari melambaikan tangan seakan mengucapkan selamat tinggal ke arah belakang. Tertangkap pula adanya  semacam ekspresi  sedih namun penuh harap dari raut muka patung keluarga yang berbalut warna coklat tanah itu.

Deskripsi tadi nyatanya tepat dalam melukiskan kisah pilu perjuangan masyarakat Wonogiri saat masa pembangunan WGM antara tahun 1976-1981. Dimana dalam pelaksanaan pembuatan bendungan raksasa itu ternyata harus menenggelamkan 51 desa di 7 kecamatan beserta  puluhan  ribu  penduduknya. Tercatat sebanyak 12.525 kepala keluarga ( KK ) terdiri dari 68.750 jiwa harus dipindahkan lantaran wilayah asalnya yang seluas lebih dari 90 kilometer persegi bakalan digenangi air waduk.

Mereka kesemuanya secara sukarela melakukan Program Transmigrasi Bedhol Deso atau sistem transmigrasi menyeluruh tanpa ada satupun warga yang tersisa. Setidaknya ada 4 (empat) Provinsi yang menjadi tujuan mereka. Yakni Sumatera Barat (Sitiung), Jambi (Jujuhan, Rimbo Bujang, Alai ilir, Pemenang), Bengkulu (Air Lais, Sebelat, Ipuh), dan Sumatera Selatan (Panggang, dan Baturaja) .

Mereka secara sadar rela melepaskan daerah asalnya untuk dijadikan genangan waduk. Dengan iklhas pula puluhan ribu warga membiarkan tanah yang selama ini membesarkan mereka untuk ditenggelamkan. Pasalnya mereka tahu pengorbanannya bukan tanpa tujuan. Ada banyak manfaat yang bisa dinikmati bukan saja oleh masyarakat Wonogiri kelak waduk telah terbangun.

Dan benar saja. Hingga kini begitu besar manfaat WGM. Diantaranya sebagai flood control alias pengendali banjir sungai Bengawan Solo, penyediaan air irigasi bagi 23.600 hektar di daerah Kabupaten Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, dan Sragen. Disamping tersebut WGM juga menyediakan tenaga listrik dengan kapasitas 12,4 megawatt serta pembangunan obyek wisata dan budidaya perikanan air tawar.

Mengingat akan besarnya pengorbanan dari masyarakat terhadap kelancaran pembangunan WGM, maka pemerintah membangun sebuah monumen. Monumen yang menjadi simbol keikhlasan, perjuangan, dan ketulusan warga. Sekaligus monumen yang menjadi tanda penghormatan bagi warga yang wilayahnya ditenggelamkan.

Sekarang Monumen Bedhol Deso masih berdiri kokoh. Dan setia menyapa pengunjung yang saban sore hari selalu mengunjunginya. Di sekelilingnya oleh pemerintah setempat dibangun pelataran terbuka lengkap dengan deretan tempat duduk permanen yang dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau. Beberapa event outbond pun kerap diselenggarakan di sini.

         

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan mettafm