• Rabu, 23 Mei 2012

Kenaikan Listrik Lebih Rasional Daripada BBM

Andi Penowo - Timlo.net
Minggu, 5 Februari 2012 | 09:27 WIB
  • Share
Andi Penowo
Andi Penowo
Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Anggito Abimanyu

Solo – Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) tahun ini masih lebih rasional ketimbang rencana pemerintah yang akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Pasalnya, kenaikan TDL lebih tersegmentasi alias menyasar pada kalangan tertentu, sementara BBM bersubsidi (premium) menyasar semua kalangan.

Hal itu diungkapkan ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Anggito Abimanyu kepada wartawan, seusai menjadi pembicara dalam diskusi panel bertajuk ‘Prospek Perekonomian Indonesia 2012’, di Diamond Solo Convention Center, Sabtu (4/1).

“Untuk mengurangi subsidi yang tahun lalu Rp 260 triliun, maka harus dilakukan sesuatu supaya bisa memanfaatkan anggaran untuk keperluan infrastruktur. Misalnya dengan menaikkan TDL. Menurut saya itu lebih clear (jelas-red) daripada BBM. Kalau TDL bisa menyasar, artinya yang dinaikkan hanya kelompok-kelompok tertentu saja, tapi kalau BBM agak sulit,” katanya.

Anggito menilai, jika pemerintah memaksakan diri menaikkan BBM bersubsidi, sebaiknya menunggu hasil Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) terlebih dahulu. Pasalnya, berdasarkan Undang-undang APBN 2012, BBM bersubsidi tidak akan dinaikkan.

“Kenapa nggak yang sudah ada dulu saja daripada menimbulkan masalah politik yang nggak perlu, sambil kita lakukan APBNP,” ujar dia.

         

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan PLN

iklan innity

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan mettafm

iklan monex indonesia

iklan bank jateng

iklan JS 300×125