• Rabu, 23 Mei 2012

Meriam Kyai Setomi Dijamas

Wimala Dyah Intan - Timlo.net
Sabtu, 4 Februari 2012 | 15:47 WIB
  • Share
Dok.Timlo.net/ Mala
Dok.Timlo.net/ Mala
Meriam milik Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dijamas, Sabtu (4/2) di pagelaran.

Solo — Sehari menjelang Grebeg Maulud Nabi, sejumlah abdi dalem menggelar jamasan meriam milik Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kyai Setomi di pagelaran, Sabtu (4/2) siang. Ritual pencucian pusaka peninggalan Paku Buwono XI tersebut sudah menjadi agenda rutin keraton setiap menyambut puncak bulan Maulud.

Salah satu abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Raden Tumenggung (RT) Priyo Dipuro mengatakan, jamasan pusaka keraton ini dilakukan secara tertutup. “Dengan ditutup kain mori, ritual ini hanya boleh dilakukan oleh para abdi dalem, diantaranya prosesi mengambil air jamasan yang berisi kembang setaman (bunga mawar merah yang ditabur –Red),” terangnya. Maka tak heran jika jarak pengambilan gambal ritual ini pun dibatasi.

Ritual jamasan tersebut juga disertai dengan pembacaan doa serta persembahan sesajen berupa pisang, tumpeng, ayam ingkung, jajanan pasar, jenang merah dan putih yang dipersembahkan oleh Gusti Dyah dan Gusti Murti.

Usai ritual berlangsung, air bekas jamasan yang diwadahi dalam ember itu menjadi rebutan sejumlah pengunjung. Dipercaya air sisa jamasan ini dapat membawa berkah, berkah pelarisan bagi pedagang, umur yang panjang, serta rejeki yang berlimpah ruah.

         

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan mettafm