• Rabu, 23 Mei 2012

Pedagang Sriwedari Tolak Kenaikan Retribusi

Dhefi Nugroho - Timlo.net
Kamis, 2 Februari 2012 | 15:52 WIB
  • Share
rimlo.net - Dhefi
rimlo.net - Dhefi

Solo – Pedagang di kawasan Sriwedari menolak kebijakan Pemkot yang menaikkan tarif retribusi kios di kawasan tersebut. Tahun ini, penerapan tarif retribusi di kawasan Sriwedari dibedakan berdasarkan pemanfaatan lahannya.

Untuk kawasan strategis, besarnya tarif retribusi Rp. 1000 per meter persegi per hari. Untuk kawasan kurang strategis ditetapkan sebesar Rp. 500 per meter persegi per hari. Sedangkan untuk kawasan tidak strategis, besarnya retribusi yang dikenakan sebesar Rp. 300 per meter persegi per hari.

Ketua Bidang Eksternal Forum Komunikasi Pedagang Sriwedari (Foksri), Kusumo Putro menjelaskan kenaikan retribusi yang ditetapkan oleh Pemkot terlalu dipaksakan. Sebab, kenaikan retribusi tersebut tidak diikuti dengan perbaikan sejumlah insfrastruktur yang ada di kawasan tersebut.

“Toiletnya saja kurang memadai dan tidak layak,” kata Kusumo. Permasalahan lainnya, banyak pedagang yang mengeluh dengan penghasilannya yang tidak menentu. Terutama, bagi pedagang lukisan maupun pedagang kerajinan. Bagi pedagang kerajinan, belum tentu dagangan mereka dalam sehari bisa laku.

Kusumo juga meminta kepada Pemkot untuk memberikan perhatian khusus agar sriwedari bisa dikembalikan sebagai salah satu icon kota solo. Ditambah, status tanah Sriwedari menurutnya masih dalam sengketa. “Harus diperjelas dulu, masa tanah masih sengketa retribusinya dinaikkan. Menurut kami adalah sesuatu hal yang tidak pantas,” terang Kusumo.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kota Solo Widdi Srihanto menjelaskan, pihaknya tidak bisa mengubah kebijakan tersebut. “Disbudpar hanya mempunyai wewenang untuk melakukan sosialisasi saja,” tuturnya.

Jika seandainya muncul penolakan dari kalangan bawah, Widdi berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut pada jajaran di atasnya, yakni Walikota selaku pembuat kebijakan dan DPRD. “Sesuai dengan mekanismenya, kami hanya mensosialisasikan. Kalau ada unek-unek dan masukan-masukan disampaikan saja,” terangnya.

         

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan pdam solo

iklan pln

iklan mettafm