Pedagang Sriwedari Tolak Kenaikan Retribusi
Solo – Pedagang di kawasan Sriwedari menolak kebijakan Pemkot yang menaikkan tarif retribusi kios di kawasan tersebut. Tahun ini, penerapan tarif retribusi di kawasan Sriwedari dibedakan berdasarkan pemanfaatan lahannya.
Untuk kawasan strategis, besarnya tarif retribusi Rp. 1000 per meter persegi per hari. Untuk kawasan kurang strategis ditetapkan sebesar Rp. 500 per meter persegi per hari. Sedangkan untuk kawasan tidak strategis, besarnya retribusi yang dikenakan sebesar Rp. 300 per meter persegi per hari.
Ketua Bidang Eksternal Forum Komunikasi Pedagang Sriwedari (Foksri), Kusumo Putro menjelaskan kenaikan retribusi yang ditetapkan oleh Pemkot terlalu dipaksakan. Sebab, kenaikan retribusi tersebut tidak diikuti dengan perbaikan sejumlah insfrastruktur yang ada di kawasan tersebut.
“Toiletnya saja kurang memadai dan tidak layak,” kata Kusumo. Permasalahan lainnya, banyak pedagang yang mengeluh dengan penghasilannya yang tidak menentu. Terutama, bagi pedagang lukisan maupun pedagang kerajinan. Bagi pedagang kerajinan, belum tentu dagangan mereka dalam sehari bisa laku.
Kusumo juga meminta kepada Pemkot untuk memberikan perhatian khusus agar sriwedari bisa dikembalikan sebagai salah satu icon kota solo. Ditambah, status tanah Sriwedari menurutnya masih dalam sengketa. “Harus diperjelas dulu, masa tanah masih sengketa retribusinya dinaikkan. Menurut kami adalah sesuatu hal yang tidak pantas,” terang Kusumo.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kota Solo Widdi Srihanto menjelaskan, pihaknya tidak bisa mengubah kebijakan tersebut. “Disbudpar hanya mempunyai wewenang untuk melakukan sosialisasi saja,” tuturnya.
Jika seandainya muncul penolakan dari kalangan bawah, Widdi berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut pada jajaran di atasnya, yakni Walikota selaku pembuat kebijakan dan DPRD. “Sesuai dengan mekanismenya, kami hanya mensosialisasikan. Kalau ada unek-unek dan masukan-masukan disampaikan saja,” terangnya.
Berita Terkait
Berita Terkini
- Selingkuhan Melapor, Oknum Polisi T...
- Mei, Mall Paragon Semarak Event
- Kantor Cabang KSPS Berkah Kebanjira...
- Gagal Dulang Poin di Aceh
- Kerja kok Sambil Jualan Ciu?
- SK Relokasi Warga Merapi Batal Dita...
- Tidak Hanya Maliawan, Pemkot Minta ...
- Setubuhi Gadis Dibawah Umur, Pengam...
- Saling Senggol Berujung Bacok
- Inilah Kronologi Penandatanganan Re...
- Pegadaian Lepas Logam Mulia 2 Kg
- Kerabat Kusumowandowo Ingin Diperte...
- Kekeringan, Petani di Klaten Rame-r...
- Klaten Spektakuler Digelar Juli
- Wali Murid Minta Bu Guru Galak Dipi...
Berita Terpopuler
- Batal Konser, Lady Gaga Jalan-jalan...
- Foto Rekonsiliasi Dua Raja Beredar
- Kecelakaan Beruntun di Gembongan
- Selama di Jakarta, Jokowi Pilih...
- Kerabat Keraton Tolak Tedjowulan...
- Isi Maklumat Rekonsiliasi Dua Raja...
- 2 Raja Damai, Tedjowulan Pilih Jadi...
- Aneh, Ular Piton Ini Kerap Menangis...
- Gedung Bertingkat 28 Segera Berdiri...
- KGPH Puger Ambil Alih Tugas Sinuhun...
- Hangabehi – Tedjowulan Kumpulkan...
- Dua Raja Keraton Surakarta Bersatu
- Terlalu Manja, Impian Masuk IPL...
- Car Free Day kok Sepi?
- Jokowi Ingin Kerabat Keraton Akur


Inilah Kronologi Penandatanganan Re...
Kerabat Kusumowandowo Ingin Diperte...
Besok, Hangabehi-Tedjowulan Bertemu...
Kerabat Keraton Datangi Balaikota
KPH Satriyo: Sinuhun Hangabehi Dire...
KGPH Puger Ambil Alih Tugas Sinuhun...
Sentana Dalem Keraton Urung Menghad...