• Rabu, 23 Mei 2012

Jembatan Rusak, Perekonomian 3 Kecamatan Terganggu

Marhaendra Wijanarko - Timlo.net
Kamis, 2 Februari 2012 | 10:06 WIB
  • Share
dok.timlo.net/aris arianto
dok.timlo.net/aris arianto
Kondisi Jembatan Dungpadas yang miring dan membahayakan pengguna jalan hingga kini belum diperbaiki

Wonogiri – Meski telah berlangsung selama satu minggu, nyatanya tak ada tindakan yang diambil oleh Pemkab Wonogiri terkait kerusakan jembatan Dungpadas, Kecamatan Pracimantoro. Arus jalan yang melewatinya kini masih tertutup bagi kendaraan roda 4. Roda perekonomian masih belum lancar.

Berdasarkan pengamatan Timlo.net, Kamis (2/2), hanya pejalan  kaki, sepeda onthel dan sepeda motor yang diperbolehkan melintasi Jembatan Dungpadas. Itupun dengan sitem buka tutup dan mesti ekstra hati-hati. Sebab kemiringan jembatan mencapai 20 derajad dan banyak bagian jembatan, terutama kayu dan besi pegangan kiri kanan rusak.

Jembatan Dungpadas tersebut menghubungkan Kecamatan Pracimantoro dengan Kecamatan Giritontro dan Giriwoyo. Merupakan jalur darat tercepat untuk kelancaran perekonomian bagi ketiga kecamatan tadi. Namun dengan rusaknya jembatan alhasil akses transportasi terputus. Roda perekonomian terganggu.

Salah seorang warga Dungpadas, Suwarto berujar, dengan rusaknya jembatan membuat perekonomian di ketiga kecamatan menjadi lumpuh. Dirinya berharap kepada pemerintah untuk segera tanggap dengan memperbaikinya.

Jembatan itu rusak sekitar seminggu yang lau. Diduga akibat tak kuat menahan kikisan air sungai menjadikan tergerus pondasinya. Badan jembatan pun mengalami kemiringan sekitar 20 derajad..

Awal mula diketahuinya kerusakan jembatan adalah saat beberapa warga yang hendak berangkat menuju persawahan  kaget. Pasalnya badan jembatan terlihat miring, pondasi beton ikut terangkat dari air. Dan beberapa bagian pondasi yang semestinya tertanam di dalam tanah  bahkan terlihat cukup jelas berada diatas arus air.

Jembatan Dungpadas sendiri dibangun pada tahun 1998. Waktu itu menggunakan dana P3DT Provinsi Jawa Tengah. Dana yang dihabiskan mencapai Rp90 juta. Dengan hasil fisik berupa jembatan dengan ukuran panjang 32 meter, lebar 3,5 meter dan tinggi dari dasar sungai 6 meter. (aris )

         

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan pdam solo

iklan pln

iklan mettafm