0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Tarif Naik 50 %, Prameks Baru Bikin Hati Pilu

PENUMPANG MEMBLUDAK-Penumpang KA Prambanan Ekspres (Prameks) membludak di stasiun saat pekan Lebaran (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Solo — Rencana PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (KAI Daops) 6 Yogyakarta mengoperasikan KA Prambanan Ekspres (Prameks) baru, ternyata direspon miring oleh sebagian kalangan pengguna KA tersebut. Bahkan, kebijakan itu dinilai hanya akan membuat hati pilu para penggunanya.

Pasalnya, pengoperasian KA Prameks baru tersebut rencananya akan disertai kenaikan tarif. Tak tanggung-tanggung, PT KAI kemungkinan akan mematok kenaikan hingga 50 persen dari tarif yang berlaku sekarang. Jika saat ini tiket KA Prameks dibanderol seharga Rp 10 ribu, kemungkinan tak lama lagi akan naik menjadi Rp 15 ribu.

Koordinator Pramekers Solo, Bagus Dewanto, secara tegas menyatakan pihaknya merasa keberatan jika operasional armada baru justru membebani pengguna jasa KA. Sebab, pengenaan tarif baru secara otomatis akan membengkakkan anggaran belanja rumah tangga pelanggan.

“Pada intinya kami keberatan dengan angka Rp 15 ribu. Bayangkan saja, Rp 600 ribu kalau lima hari kerja dan Rp 720 ribu kalau enam hari kerja (Solo-Yogyakarta PP –Red). Kalau gajinya misal Rp 1,5 juta, kurang lebih 40% dari penghasilan sudah habis untuk transport. Anak istri mau makan apa, Mas?” keluhnya saat dihubungi Timlo.net, Selasa (31/1).

Lebih lanjut Bagus mengutarakan, kenaikan tersebut sudah pasti akan sangat memberatkan Pramekers (sebutan bagi komunitas pengguna KA Prameks –Red). Pasalnya, kenaikan Rp 1.000 saja sudah sangat terasa, apalagi jika PT KAI menaikkan hingga Rp 5.000. “Pasti sudah nggak ngebul lagi dapurnya Mas,” ujarnya.
Oleh sebab itu, Bagus berharap manajemen PT KAI bersedia melakukan kajian mendalam terkait penetapan tarif, sebelum akhirnya diputuskan. Terlebih UMR di Yogyakarta saat ini masih di kisaran Rp 800 ribu.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge