0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hasil Fermentasi Tepung Tapioka Wonogiri

Wonocaf Aman Dikonsumsi Penderita Diabetes

Bupati Wonogiri Danar Rahmanto didampingi isteri tengah memperhatikan keanekaragaman hasil olahan Wonocaf, (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri – Keberadaan Wonocaf (Wonogiri Cassava Fermentation) diprediksi bakal mampu menggeser dominasi tepung terigu dalam kancah dunia boga.

Wonocaf yang merupakan hasil fermentasi dari tepung tapioka asal Kabupaten Wonogiri itu memiliki beragam keunggulan.  “Di antaranya dari segi harga yang pasti lebih murah ketimbang terigu, kemudian juga dilihat melalui kacamata kesehatan Wonocaf lebih aman dikonsumsi bagi penderita DM (Diabetes Mellitus) atau kencing manis. Sebab biarpun kandungan glukosanya tinggi namun tergolong glukosa komplek, “ papar Bupati Wonogiri Danar Rahmanto saat melihat pameran pangan berbahan dasar Wonocaf, di pelataran Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri,  Selasa (31/1) .

Saat ini per kilogram Wonocaf dibanderol dengan harga Rp6.000, sedangkan terigu bisa mencapai Rp7.500.  “Wonocaf bisa sejajar dengan terigu, sebab tidak ada lagi aroma maupun rasa singkongnya, sudah hilang akibat proses fermentasi, namun nilai gizinya masih bagus, “ terang Bupati Danar.

Pernyataan ini diamini Kabid Ekonomi Bappeda Wonogiri, Dwi Sudarsono. Menurut Dwi, Wonocaf dapat dibuat menjadi beraneka ragam makanan dan minuman yang memiliki tingkat keawetan yang sama dengan yang berbahan tepung terigu.  “Contohnya jika dibuat kue kering maupun basah maka bisa tahan sampai beberapa hari atau minggu, tergantung dari bahan tambahannya,” jelasnya.

Lantaran mempunyai prospek cerah, pihaknya telah mengusahakan perolehan sertifikat SNI (Standar Nasional Indonesia) untuk Wonocaf.  “Sudah kita ajukan dan sekarang sudah diproses di Jakarta, khusus untuk Wonocafnya, kalau untuk biangnya  (ragi fermentasi ) sengaja tidak kita ajukan,” tambah Dwi Sudarsono.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge