0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Regenerasi Industri Gong Wirun Terancam Punah

Gong Jawa Khas Buatan Wirun Mojolaban Sukoharjo (Dok. Timlo.net/Sahid B. Sutanto)

Sukoharjo – Regenerasi perjalanan industri gamelan, khususnya gong yang mayoritas merupakan mata pencaharian  warga di  Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban Sukoharjo, semakin redup seiring perkembangan zaman.

Supoyo, pemilik usaha pembuatan gong di Desa Wirun, mengaku semakin sulit mencari tenaga pembuat gamelan, khususnya dari kalangan anak muda. Pihaknya khawatir, jika semakin lama Sumber Daya Manusia (SDM) pembuat gamelan di desanya akan makin habis, sehingga tidak ada lagi regenerasi pembuat gamelan.

“Sekarang tenaga pembuat gamelan ini sudah pada tua. Sedangkan mencari tenaga muda sudah sulitnya minta ampun. Kami khawatir anak-anak kami tidak lagi bisa meneruskan usaha ini. Padahal gamelan merupakan budaya Jawa yang harus dilestarikan,” ungkap Supoyo.

Eksistensi gamelan, khususnya gong Jawa made in (buatan) Desa Wirun cukup diakui, bukan hanya di Indonesia, bahkan di dunia.  Selama ini kualitas gong dari Desa Wirun merupakan kualitas ekspor. Terbukti gong Wirun pernah menjadi maskot Gong Perdamaian pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean ke 19 tahun 2010 di Bali.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge