0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Wisma Wijayanto, Atlet Difabel Sragen yang Berjaya

Wisma Wijayanto, atlet difabel Sragen yang banyak meraih prestasi. (dok.timlo.net/agung w)

Sragen – Tidak selamanya orang yang mempunyai cacat tubuh, hidupnya selalu bergantung kepada orang lain. Ini dibuktikan oleh para penyandang cacat atau kaum difabel Kabupaten Sragen yang pada Sabtu (28/1) memperingati Hari Internasional Penyandang Cacat di Gedung KNPI Sragen.

Banyak prestasi yang ternyata bisa diraih  para kaum difabel ini. Baik prestasi dalam bidang olah raga, seni, dan ilmu pengetahuan. Wisma Wijayanto adalah salah satu atlet difabel yang berjaya alias sukses meraih sejumlah prestasi.

Pertama kali melihatnya, tidak kelihatan kalau Wisma Wijayanto adalah difabel. Sosoknya yang tegap dan sorot matanya tajam, menunujukkan bahwa Wijayanto punya rasa percaya diri. Benar saja dia adalah termasuk salah satu atlet Indonesia yang pernah meraih 2 medali perak dan 1 perunggu  cabang renang dan atletik pada Pekan Olah Raga Nasional (PON) di Palembang pada tahun 2004. Pria kelahiran 24 November 1977 ini sehari-harinya adalah sebagai PNS di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Sragen.

Prestasi yang dia raih tidak berhenti sampai di situ. Pada PON tahun 2008 yang diselenggarakan di Kalimantan Timur, Wijayanto berhasil menyabet 3 medali perak. Praktis medali yang dia kumpulkan adalah 6, 5 perak dan 1 perunggu. Itulah prestasi yang dia persembahkan untuk daerah asalnya, Sragen. Sebagai penyandang cacat tentu prestasi itu sangat membanggakan.

Kepada Timlo.net,  ia menceritakan, cacat yang dia derita sampai saat ini bukan merupakan cacat bawaan atau cacat sejak lahir. Wijayanto terpaksa harus diamputasi kaki kanannya sampai di atas lutut karena kecelakaan pada tahun 1997 silam. “Saya kecelakaan pada tahun 1997, kaki saya sebelah kanan remuk, sehingga harus diamputasi sampai batas lutut,” katanya.

Agar tetap dapat melakukan aktivitas sehari-hari dia menggunkan kaki palsu di sebelah kanan. Dengan begitu bila melihat sosok Wijayanto, tidak kelihatan seperti orang difabel. Selain sebagai abdi negara, ayah 3 anak ini hingga sekarang juga masih tercatat sebagai pelatih olah raga renang bagi para atlet tingkat Jawa Tengah. Di samping itu dia juga sebagai Ketua NPC (National Paralimpic Committee/ Organisasi Atlit Difabel), dimana 15 atlie NPC dari Sragen h meraih 2 medali perak dan 7 perunggu, dalam Asean Para Games yang diselenggarakan di Solo, Desember 2011.

Wijayanto mengharapkan ada peningkatan perhatian dari pemerintah melalui KONI Kabupaten Sragen bagi atlet difabel seperti dirinya. “Saya mengharapkan, pemerintah melalui KONI lebih meningkatkan perhatiannya. Seperti memfasilitasi untuk mengadakan efen pelatihan, baik tingkat daerah dan propinsi,” pungkasnya. (agung w)

 

 

 

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge