0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Prestasi Difabel Kabupaten Sragen

Tak Bisa Mendengar tapi Lihai Bermain Angklung

Sejumlah anak tuna rungu dan tuna wicara, siswa SLBN Sragen sedang memainkan musik angklung (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Udara pada pada hari Sabtu (28/1) di Kota Sragen cukup cerah. Mungkin secerah wajah-wajah orang yang pada hari itu berkumpul di Gedung KNPI Sragen. Ya.. mereka adalah para penyandang cacat yang sedang memperingati Hari Internasional Penyandang Cacat. Kendati mereka mempunyai fisik yang tidak sempurna, namun mereka tetap menunjukkan semangat dan rasa percaya diri, tidak kalah dengan orang yang mempunyai tubuh dan panca indera lengkap.

Para penyandang cacat atau biasa disebut dengan kaum difabel tersebut seolah ingin menunjukkan bahwa keterbatasan yang mereka miliki tidak membuat putus asa, diam dan hanya mengharapkan belas kasih orang lain. Sebaliknya mereka ternyata bisa membuat prestasi dan meraih masa depan. Tidak keliru kalau tema yang diusung pada hari itu adalah, “Difabel Sragen. Kreatif, Mandiri dan Sejahtera”.

Dalam acara yang dihadiri segenap unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) tersebut, dipertunjukkan berbagai kesenian, seperti tarian dan musik. Tampak hadir pula para atlit berprestasi dari cabang olah raga atletik dan renang, yang pernah meraih medali dalam Pekan Olah Raga Nasional (PON). Termasuk 15 atlet yang tergabung dalam NPC (National Paralimpic Committee/Organisasi Atlit Difabel) yang pernah meraih 2 medali perak dan 7 perunggu, dalam Asean Para Games (APG) yang diselenggarakan di Solo baru-baru ini.

Yang menarik dan membuat tamu undangan terharu adalah ketika anak-anak penyandang tuna rungu dan tuna wicara mementaskan musik angklung. Dengan diiringi organ tunggal mereka membawakan beberapa lagu yang menyentuh kalbu. Timlo.net, sempat melihat ada beberapa tamu undangan yang hadir menitikkan air mata, menyaksikan siswa-siswi Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Sragen tersebut membawakan lagu dengan musik angklung.

Dewi, seorang warga Sragen mengatakan, walaupun mereka tidak bisa mendengar dan bicara, tetapi kemampuan bermain musik tidak kalah dengan orang biasa. “Bagus, ternyata mereka juga bisa memainkan musik, seperti orang normal,” katanya. (agung w)



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge