0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lagunya Mandarin, Cengkoknya Keroncong

Salah satu peserta Lomba Vokal Keroncong Mandarin di gedung PMS, Solo, Minggu (29/1) (Dok.Timlo.net/ Mala)

Solo — Panitia Imlek Bersama bekerjasama dengan Radio Metta FM menggelar Lomba Vokal Keroncong Mandarin, Minggu (29/1) di Gedung PMS (Perkumpulan Masyarakat Surakarta) Jl Ir Juanda Solo. Sebanyak 36 peserta dituntut menghafal lagu Mandarin tetapi dengan cengkok keroncong.

Ketua Panitia, Priyo Hadisutanto menuturkan, selain memeriahkan perayaan Chinesse New Year 2563, lomba ini sekaligus upaya melestarikan budaya keroncong sesuai dengan pencanangan Kota Solo sebagai Kota Keroncong. Para peserta bebas memilih 3 lagu pilihan yang ditawarkan panitia seperti Bengawan Solo, Shuo Luo He, Dayung Sampan (Tian Mi Mi) dan Ni Zen Me Shuo.

“Maka para peserta dituntut menghafal lagu Mandarin tetapi dengan cengkok keroncong. Dan memang sebagian peserta terlihat masih ragu dalam cengkok keroncongnya,” kata Priyo kepada Timlo.net.

Dengan kompetisi tersebut para peserta memperebutkan tropi serta uang pembinaan. Para Pemenang akan diberi kesempatan untuk menghibur di acara Panitia Imlek Bersama yang rencananya diselenggarakan di Balaikota Surakarta, Senin (6/2) pukul 18.00.

Ketua Humas PMS, Sumartono Hadinoto yang ikut hadir dalam lomba itu menyampaikan, lomba keroncong ini dapat menjadikan masyarakat Tionghoa juga peduli melestarikan budaya musik keroncong. “Bukan hanya untuk kalangan dewasa, melainkan anak-anak dan remaja juga bisa ikut meriahkan lomba vokal lagu mandarin bercengkok keroncong,” jelasnya kepada Timlo.net.

Dari hasil lomba yang dihadiri Ketua HAMKRI, Willy Tandyo Wibowo, dan Ketua Dinas Pariwisata Solo, Widdy Srihanto ini, menempatkan Dian Mita Kurniasari dari Sendang Ijo Wonogiri sebagai juara pertama, juara dua direbut Diah Prihati, juara tiga diperoleh Wong Suk Fang dari Solo. Sedangkan Hartikaningsih mendapatkan juara favorit.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge