Wisatawan Borobudur Wajib Bersarung Batik

Magelang – Seperti halnya dengan Bali, kunjungan di pura-pura di Bali diwajibkan mengenakan kain sarung, hal ini diterapkan juga di Borobudur, mulai 1 Februari 2010, semua pengunjung diwajibkan memakai sarung batik. Hal itu dimaksudkan untuk menjaga kenyamanan terhadap sesama pengunjung setelah pihak Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) mendapatkan keluhan banyaknya pengunjung yang mengenakan celana pendek, dan dianggap menjadikan suasana kurang nyaman.
Kepala Unit TWCB (Taman Wisata Candi Borobudur) H Pujo Suwarno SH, mengatakan,
“Kami menyediakan 2000 lembar sarung batik untuk pengunjung, sehingga pengunjung tidak perlu membawa sarung batik dari rumah, jumlah itu tentu saja masih kurang banyak, karena jika saat liburan pengunjung Candi Borobudur bisa lebih dari 10.000/hari.
Untuk sementara wisatawan yang diwajibkan memakai sarung batik, hanya pengunjung yang datang mengenakan celana pendek (untuk pria) dan wanita,” katanya seperti dilansir dari cybernews.com.
Saat ini pihak TWCB masih sebatas meminjamkan sarung dan belum ditarik biaya. Sarung batik 2000 lembar ini merupakan rintisan tradisi bertandang ke objek wisata dengan mengenakan kain khas Borobudur. Dalam perkembangannya nanti pihak TWCB berniat akan menyewakan dengan memberdayakan masyarakat sekitar, sehingga diharapkan dapat menambah pendapatan masyarakat sekitar kawasan candi Borobudur.
Pihak Taman kini sedang melakukan berbagai persiapan, termasuk simulasi, untuk penerapan rintisan tradisi bersarung batik di Candi Borobudur. Jika tradisi bersarung batik di Borobudur berkembang, akan memantapkan penghormatan dan penghargaan masyarakat terhadap nenek moyang bangsa yang telah membangun Borobudur, sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar Borobudur.
(Diolah dari cybernews.com)
Berita Terkait
Komentar
Tulis Komentar
Berita Terkini
- Bazaar Komputer Pamerkan Teknologi ...
- Persebi Curi Poin di Kendal
- Setia dengan Persis, BJ Kembali ke ...
- Banjir, Ratusan Hektar Padi Siap Pa...
- Wayang Suket Gambusan
- Sinergi Stakeholders Kunci Keberhas...
- Karya Bhakti Terpadu Dibuka, TNI Si...
- Jokowi: Uji Emisi Dulu Baru Mampir&...
- Opera House Kokohkan Solo sebagai K...
- Banjir, Dua SD Diliburkan
- Hujan Semalam, 3 Desa Banjir
- Weleh, Bantuan Benih Padi Gratis ko...
- Wisata Solo Masih Butuh Perhatian
- Esemka, Tawon & Mobira Mejeng ...
- Label Kiat Dihilangkan, Sukiyat Leg...

helluuuuu Timlo.net solo, milky pembaca setiamu tiap mengiringi surfing dan penjagaan warnet ku. dengan di expose nya artikel dari "Wisatawan Borobudur Wajib Bersarung Batik" SAYA IKUT MENYIKAPI DENGAN SENANG HATI…KARENA APA ; DENGAN ADANYA FOLKWAYS(KEBIASAAN YG MENJADI KEWAJIBAN) MAKA DENGAN SESUNGGUHNYA MUSEUM2 ATAU TEMPAT2 SEJARAHYANG BERADA DI INDONESIA KHUSUS NYA JAWATENGAH. AKAN SANGAT MEMPUNYAI NILAI HISTORYS YANG AMAT SANGAT TINGGI. BAIK DARI SEGI BUDAYA EKONOMI MAUPUN SOSIAL. TERIMAKASIH
@Milky, setujuuu sekali dengan pendapatnya, saya juga mendukung sekali dengan aturan seperti itu, hal ini juga akan menambah daya tarik tradisi budaya lokal sekaligus juga menjadi satu penghormatan, bukan saja kepada sesama pengunjung tapi penghargaa kepada benda-benda cagar budaya,……matur nuwun timlo.net, beritanya sangat informatif sekali…