0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

2 Stasiun Ditutup, Calon Penumpang Kecewa

Calon penumpang KA di Stasiun Ceper harus kecewa setelah keinginannya membeli tiket gagal semenjak ditutupnya operasional stasiun tersebut. (Dok.Timlo.net/Indratno Eprilianto)

Klaten – Sejumlah calon penumpang kereta api (KA) di Stasiun Ceper dan Stasiun Delanggu mengeluhkan penutupan sementara pengoperasional dua stasiun KA di wilayah Klaten tersebut. Mereka terpaksa harus kembali dan mencari stasiun yang masih aktif beroperasi.

Salah satu calon penumpang KA di Stasiun Ceper, Nanik (45), warga Desa Jambon, Kecamatan Trucuk, Klaten, terpaksa harus kembali pulang saat hendak menukar tiket KA. “Saya tidak tahu jika Stasiun Ceper sudah tak beroperasi lagi,” ujarnya, Minggu (29/1).

Ia mengaku ingin menukar tiket KA lantaran kelebihan satu tiket saat membeli di Stasiun Purwosari, Solo beberapa hari lalu. “Saya mau ke Jakarta tapi tiketnya kelebihan satu. Awalnya mau berangkat tiga orang tapi yang satu membatalkan. Dari pada yang satu tidak terpakai mendingan saya kembalikan,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah calon penumpang KA lainnya di Stasiun Delanggu juga terpaksa harus kembali dan mencari stasiun yang masih beroperasi. “Saya tidak tahu sebelumnya jika sudah tidak beroperasi. Terpaksa harus ke Stasiun Klaten meski agak jauh,” imbuh Heri (35), calon penumpang di Stasiun Delanggu.

Selain calon penumpang, keluhan yang sama juga dirasakan para pedagang yang biasa mangkal di Stasiun Ceper dan Delanggu. Mereka terpaksa harus menganggur semenjak ditutupnya pengoperasional kedua stasiun tersebut pada 1 Desember 2011 lalu.

Namun demikian, penutupan pengoperasional di dua stasiun tersebut membuat para petugas lebih fokus dalam mengatur perjalanan KA yang melintas. Mereka tidak lagi mengurusi penumpang yang naik turun dan komplain. “Saat ini pekerjaan kami malah lebih fokus,” ujar Istanto, petugas di Stasiun Ceper.

Sebelumnya diberitakan, pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan menutup operasional dua stasiun KA yang masuk di wilayah Kabupaten Klaten. Upaya ini untuk mengefisiensikan program pembatasan kuota penumpang.

Kepala Humas PT KAI Daerah Operasional (Daop) VI Jogjakarta, Eko Budiyanto, penutupan sementara operasional stasiun di wilayah Klaten terutama yang biasa untuk pemberhentian KA kelas Ekonomi. Yakni Stasiun Delanggu dan Stasiun Ceper.

“Penutupan operasional kedua stasiun tersebut dimulai sejak awal Desember 2011. Hal itu lantaran okupansi atau daya tampung penumpang sudah penuh saat keberangkatan KA kelas Ekonomi baik dari Solo maupun dari Jogja,” ujar Eko.

Eko menambahkan, untuk sementara ini, dari lima stasiun yang ada di Klaten, tiga lainnya tetap beroperasi. Di antaranya Stasiun Klaten, Stasiun Srowot dan Stasiun Brambanan.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge