• Selasa, 22 Mei 2012

Gamelan Sekaten Ditabuh, Warga pun Nginang

Raditya Erwiyanto - Timlo.net
Minggu, 29 Januari 2012 | 14:49 WIB
  • Share
Dok.Timlo.net/ Radit
Dok.Timlo.net/ Radit
Ratusan abdi dalem Karaton Surakarta Hadiningrat melakukan kirab dua gamelan menuju Masjid Agung Surakarta, Minggu (29/1).

Solo – Tepat pukul 10.00 WIB, sepasang gamelan milik Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yakni Kyai Guntur Sari dan Kyai Guntur Madu dikirab keluar dari Karaton yang menuju bangsal halaman Masjid Agung Surakarta, Minggu(29/1). Sebanyak 120 abdi dalem keraton turut mengawal gamelan ini dari keraton menuju Masjid Agung.

Setelah sampai di masjid Agung, kedua gamelan ini ditempatkan terpisah. Kyai Guntur Sari diletakan di sebelah utara masjid, dan Kyai Guntur Madu diletakan di sebelah selatan masjid.

Ini merupakan rangkaian acara saat Sekaten tiba. Salah seorang tindih karawitan, atau dalam bahasa Indonesia yang dikenal dengan ketua karawitan Karaton Surakarta Hadiningrat Kanjeng Raden Aryo (KRA) Saptodiningrat mengatakan, bahwa rencananya tepat pukul 14.00 WIB kedua gamelan itu akan dipukul bersamaan. ”Menjelang puncak acara sekatenan, satu minggu sebelum perayaan gamelan itu harus ditabuh, karena ini sudah menjadi tradisi,” ujarnya.

Lebih lanjut Kanjeng Sapto menambahkan, dengan dibunyikanya kedua gamelan tersebut, para warga bersamaan memakan kinang. Kinang itu menandakan bahwa meminta keselamatan dan umur panjang.

         

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan mettafm