0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Seputar Rencana Pembangunan Trans Studio

Jokowi: Waspadai Spekulan Tanah

Walikota Solo Joko Widodo (timlo.net - Dhefi)

Solo – Wacana pembangunan Trans Studio di Solo utara, memunculkan potensi adanya spekulan-spekulan tanah yang bermain memanfaatkan situasi. Oleh karenanya, masyarakat dihimbau untuk waspada terhadap kemungkinan munculnya spekulan tanah tersebut.

Seperti diketahui, wacana pendirian Trans Studio oleh Transcorp diarahkan ke wilayah Solo bagian utara. Dari arahan Walikota Solo Joko Widodo, ada beberapa wilayah yang telah direkomendasikan untuk pendirian studio tersebut, di antaranya Kadipiro (Kecamatan Banjarsari) dan Mojosongo (Kecamatan Jebres).

Luas tanah yang bakal digunakan sebagai wahana wisata berkelas menengah keatas tersebut diperkirakan mencapai 10 hektar. Dimungkinkan, para spekulan tanah akan bermain di kedua wilayah itu. Modusnya, mereka berusaha membeli tanah dari warga dengan harga rendah dan menjualnya kembali dengan harga tinggi apabila lokasi yang dicari oleh investor nantinya bertepatan dengan tanah yang telah dikuasai oleh spekulan tanah tersebut.

Untuk memuluskan langkahnya, para spekulan tanah bisa saja mencatut kalangan tertentu agar bisa mendapatkan tanah yang murah dari warga. Atas dasar itulah, Joko Widodo, sapaan akrab Walikota berpesan pada masyarakat agar mewaspadai adanya modus-modus semacam itu.

Secara tegas ia mengungkapkan, sampai saat ini pihaknya belum menentukan secara pasti dimana Trans Studio bakal berdiri. Hal itu merupakan salah satu cara untuk menghindarkan para spekulan tanah bermain di dalamnya.

“Nanti ada sebuah tim resmi kalau memang sudah ditentukan lokasinya,” kata Jokowi, Jumat (27/1) kemarin. Jadi, kalau ada yang mengatasnamakan utusan dari kalangan tertentu yang menginginkan pembelian tanah dari warga menurutnya tidak benar.

Jokowi juga mengatakan, pembangunan Trans Studio kemungkinan baru bisa dilaksanakan pada 2013 – 2014 mendatang. Penyebab mundurnya pembangunan studio tersebut dari jadwal semula merupakan kebijakan internal Transcorp. “Tetap dibangun (di Solo -Red), hanya saja waktunya yang mundur,” ungkapnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge