• Selasa, 22 Mei 2012

Kodok-kodokan Mulai Tersisihkan di Sekaten

Raditya Erwiyanto - Timlo.net
Minggu, 29 Januari 2012 | 06:53 WIB
  • Share
Dok.Timlo.net/ Radit
Dok.Timlo.net/ Radit
Mainan kodok-kodokan dalam Sekaten

Solo – Keberadaan mainan kodok-kodokan memang masih ada di Sekaten. Bahan utama kodok- kodokan yakni berasal dari tanah liat yang menyerupai bentuk kodok dan menimbulkan suara yang lucu bila dimainkan. Masih ada beberapa pedagang yang mempertahankan mainan khas Sekaten ini, walaupun mainan tradisional ini mulai jarang diminati.

Salah seorang penjual kodok-kodokan asal Jepara, Sri Suratmi mengatakan bahwa mainan  ini tak bisa dipisahkan dengan Sekaten, walaupun beberapa pedagang tak menjual mainan seperti ini tetapi ia masih ingin melestraikan mainan ini. “Semenjak saya datang ke sini, kodok- kodokan yang saya jual dan laku bisa dihitung dengan jari para pembelinya,” ungkapnya kepada Timlo.net di arena Sekatenan 2012, Alun-alun Lor Solo, belum lama ini.

Dirinya sangat heran dengan kejadian seperti ini, padahal harga satu kodok-kodokan hanya Rp 1.000 saja. “Hampir 35 tahun saya berjualan di Sekaten, dan pantauan saya seiring berjalanya waktu mainan ini mulai tersisihkan,” jelasnya.

         

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan mettafm