0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kodok-kodokan Mulai Tersisihkan di Sekaten

Mainan kodok-kodokan dalam Sekaten (Dok.Timlo.net/ Radit)

Solo – Keberadaan mainan kodok-kodokan memang masih ada di Sekaten. Bahan utama kodok- kodokan yakni berasal dari tanah liat yang menyerupai bentuk kodok dan menimbulkan suara yang lucu bila dimainkan. Masih ada beberapa pedagang yang mempertahankan mainan khas Sekaten ini, walaupun mainan tradisional ini mulai jarang diminati.

Salah seorang penjual kodok-kodokan asal Jepara, Sri Suratmi mengatakan bahwa mainan  ini tak bisa dipisahkan dengan Sekaten, walaupun beberapa pedagang tak menjual mainan seperti ini tetapi ia masih ingin melestraikan mainan ini. “Semenjak saya datang ke sini, kodok- kodokan yang saya jual dan laku bisa dihitung dengan jari para pembelinya,” ungkapnya kepada Timlo.net di arena Sekatenan 2012, Alun-alun Lor Solo, belum lama ini.

Dirinya sangat heran dengan kejadian seperti ini, padahal harga satu kodok-kodokan hanya Rp 1.000 saja. “Hampir 35 tahun saya berjualan di Sekaten, dan pantauan saya seiring berjalanya waktu mainan ini mulai tersisihkan,” jelasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge