0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkab Klaten Tak Tanggap Kondisi Difabel

Pelatihan Perkoperasian dan Manajemen Bisnis untuk Pengusaha dari Kaum Difabel di Gedung Wanita, Klaten (Dok.Timlo.net/Indratno Eprilianto)

Klaten – Pengembangan usaha oleh kaum difabel di Klaten tampaknya masih terkendala berbagai persoalan. Salah satunya belum adanya keberpihakan anggaran yang ada di APBD khusus untuk mereka.

Demikian diungkapkan Ketua Tim Advokasi Difabel (TAD) Klaten, Mujaeroni di sela kegiatan Pelatihan Perkoperasian dan Manajemen Bisnis untuk Pengusaha dari Kaum Difabel di Gedung Wanita, Klaten, Jumat (27/1).

Menurut Mujaeroni, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) masih sering memandang sebelah mata terhadap kaum difabel. “Saat didatangi kaum difabel, masih ada juga staf di salah satu SKPD yang mengalihkannya ke SKPD lain. Padahal SKPD tersebut memiliki tugas pokok dan fungsi untuk mengembangkan Usaha Kecil Menengah (UKM),” ungkap Mujaeroni.

Mujaeroni menambahkan, kasus diskriminasi lainnya adalah belum adanya keberpihakan anggaran yang ada di APBD Klaten khusus untuk usaha difabel. “Sehingga mereka kesulitan untuk mengakses modal yang dapat digunakan mengembangkan usaha,” ujarnya.

Mujaeroni berharap, agar pemerintah maupun bank dapat mempermudah akses pinjaman modal bagi pengusaha difabel. Sehingga mereka dapat mandiri dan tidak tergantung pada orang lain.

Sementara itu Sekretaris II TAD Klaten Suhardi menambahkan, untuk kondisi ekonomi keluarga difabel, masih banyak yang memprihatinkan. Sehingga diperlukan kerjasama dari berbagai pihak untuk mengentaskan mereka agar dapat memiliki usaha.

“Kendala untuk mengakses modal sering dialami teman-teman kami. Karena pihak Bank atau pemerintah masih belum percaya sepenuhnya dengan usaha yang dijalankan kaum difabel,” ujar Suhardi.

Pihaknya sendiri masih terus melakukan pendataan terhadap jumlah kaum difabel yang ada di Klaten. Untuk saat ini data yang masuk ada 13 ribu orang yang menyandang difabel.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge