0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Nonton Wayang Sambil Jual Wayang

Kerajinan wayang yang digelar di sekitar pendapa TBJT saat digelarnya Wayang Jumat Kliwon, Kamis (26/1). (Dok.Timlo.net/ Radit)

Solo – Pagelaran wayang bukan hanya ajang menikmati karya seni tradisi, tapi juga kesempatan untuk menggelar dagangan. Selain para pedagang wedangan, event itu juga dimanfaatkan oleh perajin sekaligus penjual kerajinan wayang kulit.

Salah seorang perajin wayang, Hendri Kusuma rela naik sepeda motor dari rumahnya di Bantul, Yogyakarta menuju Taman Budaya Jawa Tengah, Solo. Sekitar pukul 15.00 ia berangkat, dan sampai di tempat tujuan sekitar pukul 17.00 WIB. Selama menggelar dagangannya di sekitar Pendapa TBJT itu, Hendri biasanya mampu menjual sekitar 10 wayang kulit buah karyanya. Untuk wayang kulit ukuran kecil, ia biasa mematok harga sekitar Rp. 15.000, sedangkan wayang ukuran besar, ia enggan menjawab. Alasannya, karya seninya tak bisa dihitung dengan uang.

Selama ini, lanjut Hendri, permintaan kerajinan wayang lumayan stabil, lantaran banyak orang yang mulai ingin melestarikan kebudayaan yang ada, selain pesanan dari Solo dan wisatawan asing. Tokoh Kresna, Janaka, dan Semar lah yang paling banyak diminati. Apalagi yang berbahan dasar kulit kerbau.

“Selain hasilnya bagus, juga awet walaupun harga wayang dari bahan kulit kerbau sangat mahal bila dibandingkan dengan wayang berbahan kulit sapi,” pungkas pria berusia 29 tahun ini kepada Timlo.net , Kamis (26/1) malam.

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge