0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sudah Tidak Menjual Tiket KA

Stasiun Delanggu & Stasiun Ceper Ditutup

Kondisi Stasiun Ceper tampak lengang pasca penutupan operasional stasiun tersebut oleh PT KAI. Selain Stasiun Ceper, penutupan juga berlaku untuk Stasiun Delanggu (Dok.Timlo.net/Indratno Eprilianto)

Klaten – Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan menutup operasional dua stasiun kereta api (KA) yang masuk di wilayah Kabupaten Klaten. Upaya ini untuk mengefisiensikan program pembatasan kuota penumpang.

Kepala Humas PT KAI Daerah Operasional (Daop) VI Jogjakarta, Eko Budiyanto, Jumat (27/1), penutupan sementara operasional stasiun di wilayah Klaten terutama yang biasa untuk pemberhentian KA kelas Ekonomi. Yakni Stasiun Delanggu dan Stasiun Ceper.

“Penutupan operasional kedua stasiun tersebut dimulai sejak awal Desember 2011. Hal itu lantaran okupansi atau daya tampung penumpang sudah penuh saat keberangkatan KA kelas Ekonomi baik dari Solo maupun dari Jogja,” ujar Eko.

Eko menjelaskan, pembatasan kuota mempengaruhi permintaan pasar. Sehingga yang terjadi beberapa stasiun seperti Stasiun Delanggu dan Stasiun Ceper tidak menjual tiket.

“Pemberhentian operasional kedua stasiun itu juga untuk mengantispasi praktek percaloan yang biasa memanfaatkan kondisi penuhnya penumpang. Namun saat ini sudah steril dari para calo,” imbuhnya.

Eko menambahkan, untuk sementara ini, dari lima stasiun yang ada di Klaten, tiga lainnya tetap beroperasi. Diantaranya Stasiun Klaten, Stasiun Srowot dan Stasiun Brambanan.

Pihak PT KAI sendiri belum memastikan kapan kedua stasiun itu akan beroperasi kembali. Sedangkan para petugas di dua stasiun itu untuk sementara dipindahtugaskan ke stasiun-stasiun yang masih produktif.

Sementara itu, akibat dari penutupan kedua stasiun tersebut membuat sejumlah pedagang yang biasa mangkal di tempat itu menjadi menganggur. Mereka mengaku masih bingung kemana akan melanjutkan usahanya.

“Saya sudah satu bulan ini menganggur dan masih bingung mencari lokasi baru untuk berjualan. Padahal itu merupakan satu-satunya usaha saya,” tutur Purwanti (67) warga Desa Kujon, Kecamatan Ceper, Klaten salah satu pedagang yang biasa mangkal di Stasiun Ceper.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge