0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Beaya Berobat Mahal, LSM Gelar Pengobatan Gratis

Pengobatan gratis yang dilakukan pegiat LSM BImas Jateng Cabang Wonogiri (dok.timlo.net/aris a)

Wonogiri — Beaya berobat ke dokter atau rumah sakit belakangan ini dirasakan semakin mahal, terlebih bagi kalangan masyarakat kurang mampu. Nah, untuk membantu meringankan beban wong cilik memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, pegiat LSM Bimas Jateng Cabang Wonogiri, Yoyok ST, Jumat (27/1) menggelar pengobatan gratis kepada warga Desa Tunggur, Kecamatan Slogohimo, Wonogiri.

“Pelayanan kesehatan dan harga obat masih terlampau mahal, padahal daya beli plus kemampuan keuangan kebanyakan masyarakat tidak begitu baik, akibatnya akses kesehatan bagi masyarakat kalangan bawah menjadi kurang terpenuhi. Dengan kata lain semakin sengsaralah masyarakat bawah saat mereka sedang sakit, “ ujar Yoyok ST.

LSM Bimas pun menggandeng pelaku usaha dan masyarakat peduli sosial juga memberikan pelatihan pengobatan bagi masyarakat secara gratis. Pihak yang digandeng di antaranya pengusaha donat asal Baturetno dan Ara Efriyanto (pemerhati masalah sosial). Metode yang dipakai dalam pengobatan adalah SEFT singkatan dari Spiritual Emotion Freedom Technique.

“Intinya kita memberikan pelatihan untuk masyarakat supaya kesehatan lebih terjaga, agar hidup menjadi bergairah, dan mencapai vitalitas prima tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun,” jelasnya.

Diakui, pihaknya telah menyusun rencana matang terkait kegiatan itu. Bahkan pakar pelatihan SEFT bersertifikat nasional sudah menyatakan kesanggupannya untuk bergabung dalam kegiatan tersebut. “ Siapa dia masih kami rahasiakan, yang pasti yang bersangkutan mempunyai persamaan persepsi dalam upaya membantu masyarakat mewujudkan tingkat kesehatan yang baik.”

Menurut pengusaha muda ini, pelatihan dengan metode sejenis sudah pernah dihelatnya. Kala itu yang diberikan pelatihan adalah siswa sekolah menengah saat akan menghadapi Ujian Nasional (UN). “Metode ini kan kegunaannya begitu banyak, selain kesehatan sebenarnya juga bisa melatih diri sendiri untuk mengusir rasa takut, benci, dan sifat jahat lainnya, cara kerjanya cukup simpel dan ilmiah, jauh dari unsur klenik maupun mistik,“ paparnya

Yoyok menegaskan, kegiatan pelatihan tersebut murni bersifat sosial. Tidak ada tendensi apapun. “Sementara baru sebatas ini kemampuan kami dalam upaya membantu masyarakat, jadi tolong jangan ditanggapi secara sinis, apalagi sampai mengaitkan dengan kepentingan politik tertentu, itu sama sekali tidak benar,” pintanya. 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge