0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pembatasan BBM Bersubsidi

Biaya Paket Kiriman Terancam Melambung

PAKET KIRIMAN-Paket kiriman yang akan didistribusikan perusahaan jasa ekspres, JNE (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Solo – Biaya pengiriman paket ekspedisi terancam melambung, seiring kebijakan pemerintah memberlakukan pembatasan BBM bersubsidi, April mendatang. Tak tanggung-tanggung, kenaikannya diperkirakan bisa mencapai 30 persen dari harga semula.

Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Ekspres Indonesia (Asperindo) Solo, Bambang Widiatmoko, menyebutkan kenaikan sebesar itu cukup realistis. Mengingat ongkos yang ditanggung perusahaan juga bakal meningkat tajam.

JNE misalnya, dalam sehari setidaknya membutuhkan BBM sebanyak 112 liter untuk mengoperasikan armadanya di Kota Solo. Dengan demikian, jika pemerintah nantinya benar-benar mengimplementasikan pembatasan BBM bersubsidi, otomatis akan ada penyesuaian harga sebagai kompensasi membengkaknya biaya operasional.

“Kalau memang BBM bersubsidi dibatasi kami pasti akan menyesuaikan karena ada kenaikan biaya operasional,” tutur Bambang, ketika ditemui di kantor JNE Cabang Adisucipto, Kamis (26/1).

Namun sejauh ini, menurutnya belum ada keputusan secara resmi dari DPP Asperindo mengenai langkah-langkah yang harus diambil, terkait rencana pembatasan BBM bersubsidi. “Saat ini kami masih menunggu dari DPP,” kata Bambang.

Adapun untuk saat ini, pengiriman paket sebagian besar menuju Jabodetabek. Hampir 70 persen paket dari Solo ditujukan ke kawasan tersebut. Khusus tujuan Jakarta, biaya pengiriman dibanderol mulai Rp 6000 hingga Rp 300 ribu bergantung jenis layanannya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge