0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Asperindo Tak Gentar Pembatasan BBM

PAKET KIRIMAN-Paket kiriman yang akan didistribusikan perusahaan jasa ekspres, JNE (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Solo — Asosiasi Perusahaan Jasa Ekspres Indonesia (Asperindo) Solo mengaku tidak gentar dengan kebijakan pemerintah yang berencana membatasi konsumsi BBM bersubsidi, April mendatang. Meski diakui, kebijakan tersebut berpeluang menekan laju pertumbuhan pasar ekspedisi, namun Asperindo optimistis pembatasan tersebut tidak lantas menggerus pendapatan perusahaan jasa pengiriman barang.

Bahkan, Ketua Asperindo Solo, Bambang Widiatmoko, tidak terlalu mengkhawatirkan potensi penurunan volume pengiriman barang. Pasalnya, Ia beranggapan jasa ekspedisi sudah menjadi bagian dari lifestyle yang tidak bisa lepas dari kebutuhan.

“Tentu akan ada pengurangan sedikit volume pengiriman barang karena daya beli masyarakat sudah pasti akan turun. Namun, itu hanya sesaat dan akan normal lagi. Pada intinya Asperindo siap,” ujarnya, saat ditemui di kantor Cabang JNE Adisucipto, Solo, Kamis (26/1).

Bambang pun mengaku cukup optimistis pasar ekspedisi bakal tetap mendulang laba besar, meski pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan BBM bersubsidi. Asperindo sendiri sudah pasti akan melakukan penyesuaian harga untuk menutup biaya operasional.

Diperkirakan akan terjadi kenaikan biaya pengiriman dengan kisaran antara 20 persen hingga 30 persen, jika rencana tersebut diimplementasikan. Kendati demikian, menurutnya tidak akan banyak memengaruhi minat konsumen untuk tetap menggunakan jasa ekspedisi.

Pasalnya, selain sudah menjadi kebutuhan di kalangan retail, industri jasa yang satu ini banyak dibutuhkan pula oleh konsumen korporat untuk mendukung core bisnisnya. “Kami tetap optimis pasar masih akan bagus. Pembatasan BBM kemungkinan hanya sedikit menahan pertumbuhan,” pungkas Bambang.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge