0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tergoda “Si Merah”

Jambu Merah
Jambu merah yang dijual di Danukusuman, Solo. (Dok.Timlo.net/ Radit)

Solo — Ada berbagai macam jambu. Jambu air, jambu mete, jambu kluthuk, dan jambu Bangkok. Nah, masih ada satu lagi jambu yang sering dikenal dengan nama jambu biji. Yakni jambu merah. Rasanya yang manis, warnanya yang memikat, dan manfaatnya bagi kesehatan, membuat banyak orang terpikat.

Salah seorang penjual buah jambu biji di kawasan Danukusaman, Solo,  Sri Utami hampir setiap hari mampu menjual jambu biji sebanyak 45 kilo. “Rata – rata yang membeli itu langanan saya sejak dulu, karena banyak orang berangapan jambu biji mampu menjadi obat penambah darah,” ujarnya kepada Timlo.net, Selasa (23/1).

Jambu-jambu biji ini didatangkan langsung dari daerah Kendal.  Sri menjelaskan, kualitas rasa jambu ini justru pada jambu biji yang berwarna agak hijau, karena rasa buah itu masih baru dan manisnya pasti terasa. “Dalam satu kilo saya menjual dengan harga Rp 4.000, ada juga 1 kilo dengan harga Rp 2.000, tapi rasanya jauh berbeda dengan harga yang asli,” imbuhnya.

Walapun musim hujan seperti saat ini tetapi ia tak pernah sepi pembeli, mengingat keberadaan jambu biji ini sudah selalu diburu masyarakat. Hampir setiap hari, salah seorang penikmat jambu, Yuniska Rafiani membeli jambu biji. Selain rasanya yang manis, jika mengonsumsi jambu ini, penyakit demam berdarah yang dideritanya beberapa waktu lalu tidak kambuh lagi.

“Biasanya saya bikin Jus, apalagi kalau siang waktu panas, enaknya jambu biji ini diminum dicampur dengan es batu,“ ujar warga Serengan ini sambil tersenyum.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge