0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Supeltas Demi Lalu Lintas

Seorang anggota Supeltas mengatur lalu lintas di Solo (Dok.Timlo.net/ radit)

Solo – Cuaca panas, angin kencang, debu jalanan, asap kendaraan, dan turunnya hujan tak menyurutkan semangat para Sukarelawan Pengatur Lalulintas (Supeltas) untuk mengatur arus lalu lintas persimpangan jalan yang tak dilengkapi trafict light.

Sugeng Prihatin, salah seorang Supeltas di perempatan Jl Dr Supomo Solo memilih pekerjaan ini, karena panggilan hati. Tak jarang penderitaan yang ia dapatkan, yakni susahnya mengatur orang yang bandel. Karena ia bukan polisi lalulintas, lantas tak jarang pengendara yang acuh tak acuh dengan aba-aba yang disampaikannya. “Padahal itu demi keselamatanya sendiri ya, Mas,” keluh warga Semanggi, Pasarkliwon ini.

Dengan perkerjaannya ini, seorang Supeltas mendapatkan penghasilan dari kesadaran pengendara yang merasa menggunakan jasanya. Alhasil, apa yang dia dapatkan, tak sebanding dengan jerih letihnya setiap hari. “Kadang ada yang memberi, kadang juga tidak ada yang memberi. Tapi meski tak diberi, mendapat ucapan terimakasih saja saya senang, Mas,” ujarnya kepada Timlo.net,  Rabu (25/1) siang. “Saya pernah mendapat uang dari pengguna jalan sebesar Rp 50.000, itupun dari salah seorang warga yang berasal dari Jakarta.”

Meskipun saat ini masih setia dengan profesinya itu, bukan tak mungkin jika ayah dua anak ini masih juga berharap mendapat pekerjaan yang lebih layak.



Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge