0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bengawan Solo Jadi Riset Rivers of the World

Dari kiri, Country Director British Council, Keith Davies; perwakilan Thames Festival, Adrian Evans; dan perwakilan seniman Inggris, Rebecca Picton (dok.timlo.net/Niza)

Solo – Kunjungan perdana delegasi Inggris ke Indonesia akan mengawali kemitraan satu tahun pelaksanaan program Rivers of the World.  Selama kunjungan di Kota Bengawan tersebut, para delegasi yang terdiri dari perwakilan Festival Thames London, perwakilan sekolah di Inggris, para seniman Inggris, dan British Council, akan mengunjungi Bengawan Solo yang bersejarah dan enam sekolah mitra di Solo.

Selama lima hari itu pula, mulai Senin (23/1) sampai hari ini (26/1), mereka mengadakan kunjungan riset dan pengembangan ke Solo untuk program Rivers of the World. Dalam media briefing program Rivers of the World di Tuntrum Room, Best Western Hotel, Rabu (25/1), Country Director British Council Keith Davies,  perwakilan Thames Festival, Adrian Evans dan perwakilan seniman Inggris Rebecca Picton memaparkan banyak hal terkait kunjungannya ke Solo.

Menurut Keith Davies, pihaknya memilih Kota Solo karena adanya sungai yang terkenal  Sungai Bengawan Solo. “Kami ingin menghubungkan antara kota dengan sungai dan kami ingin contohkan Sungai Thames yang terkenal di London. Sungai Thames nantinya juga menjadi salah satu tempat pembukaan Olympiade 2012. Kami berfikir untuk bermitra dengan sungai apa, ya kami akhirnya memilih Sungai Bengawan Solo yang sangat legendaris. Setelah 28 tahun kembali ke Solo, saya sangat senang sekali,” ungkapnya.

Sementara Adrian Evans mengungkapkan, proyek utama program Rivers of the World yakni mendorong kaum muda untuk menggali sungai yang ada di daerah mereka, menciptakan jaringan sekolah internasional, kaum muda menciptakan sebuah karya yang didisplai kepada publik. “Sekarang tahun ke enam dari program Rivers of the World. Tahun ini kami bermitra dengan Indonesia, Dubai, Argentina, Filipina. Setiap tahun dipertunjukkan karya-karya di negara ini. Jadi enam sekolah ini, karya para siswa akan ditampilkan di Solo maupun London, Inggris. Dan sejak ini ada 75 juta orang melihat displai Rivers of the World,” ujarnya.

“Karena dipertontonkan publik, hal ini nantinya dapat membantu kepada publik untuk lebih menghormati kepada sungainya. Salah satu masalah terbesar di kota-kota, sungai-sungainya sudah terpolusi dan anak muda diharapkan bisa menjaga sungai menjadi bersih. Di London sendiri, selama 10 tahun sungai Thames sangat-sangat berubah. Tahun 1996, sungai Thames paling parah polusinya di Eropa dan sekarang ini sungainya merupakan kebanggaan London, 22 juta orang sudah berjalan menikmati sekitaran sungai. Jadi ini tantangan untuk Sungai Bengawan Solo,” papar Adrian Evans.

Sedang perwakilan seniman Inggris, Rebecca Picton mengaku antusias dalam mendukung dan menciptakan kemitraan yang nantinya menjembatani siswa dan sekolahnya dalam kurikulumnya. “Tujuan akhir, memberikan mereka pengetahuan menjadi global citizen,” ucapnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge