0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

80 % PUS Diharapkan Jadi Peserta KB Aktif

Sukoharjo Galakkan Gerakan KB Bermartabat

Program KB keliling menggunakan Mobil Pelayanan dan Penyuluhan KB Sukoharjo (Dok. Timlo.net/Sahid B. Sutanto)

Sukoharjo – Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (KPP-KB) Sukoharjo menerapkan program penyuluhan KB Bermartabat. Dalam penyuluhan KB tersebut, pendekatan kesejahteraan keluarga  lebih cenderung dipakai dalam setiap kegiatan daripada pendekatan demografis.

Kepala Kantor KPP-KB Sukoharjo Sutarmo, Rabu (25/1) menjelaskan, program KB Bermartabat yang ia terapkan bertujuan agar tepat sasaran. Dengan pendekatan berbasis kesejahteraan, masyarakat lebih antusias mengikuti penyuluhan, sehingga tercapai program KB secara maksimal dan dapat mengurangi atau memperkecil terjadinya kekerasan berbasis gender dan anak.

“Keluarga yang ikut program KB diberikan berbagai pengetahuan. Tentang waktu produktif saat menikah, jangka waktu berapa lama untuk memiliki anak, dan jumlah anak yang cocok. Kesemuanya direncanakan secara matang oleh keluarga. Sehingga tidak ada permasalahan pelik yang muncul dikemudian hari. Pendekatan kesejahteraan seperti ini dirasa efektif dalam meminimalkan kekerasan berbasis gender dan anak,” jelas Sutarmo.

Pihaknya berharap program KB di Sukoharjo akan mengalami peningkatan, baik kualitas maupun kuantitasnya. Jumlah pasangan usia subur (PUS) di Sukoharjo sebanyak 155 ribu. Diharapkan, 80 persen dari jumlah PUS tersebut dapat menjadi peserta KB aktif dengan pendekatan berbasis kesejahteraan keluarga.

“Kami harapkan dengan pendekatan bermartabat, keberhasilan KB meningkat tajam. Selain jumlah peserta, kualitas mix kontrasepsi juga meningkat. Saat ini pengguna kontrasepsi 52 persen yang didominasi suntik. Kami harap ke depan bisa lebih meluas seperti IUD, MO dan implant,” imbuhnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge