Bersih dan Rapi Itulah Kepribadianku
Solo – Menanamkan cinta akan kebersihan dan kerapian perlu diupayakan sejak dini. Itu pula yang dilakukan SDIT Nur Hidayah Surakarta. Dengan menggelar beberapa rupa kegiatan, sejumlah 876 siswa-siswi dipahamkan dan dibiasakan akan kebersihan dan kerapian.
Kegiatan yang mengambil tema global “Bersih dan Rapi itulah Kepribadianku” digelar, Senin (23/1) bertempat di sekolah dan di Taman Balekambang Surakarta.
Diawali dengan doa dan hafalan surat pendek di kelas masing-masing. Selanjutnya, para siswa mengikuti kegiatan sesuai yang direncanakan oleh paralel kelas masing-masing. Kelas 1 mengikuti kegiatan mewarnai dan lomba membuat majalah dinding, anak-anak tampak antusias membuat karya dan menempelkan hasil karyanya di papan mading (majalah dinding) yang telah disediakan. Sedangkan kelas 2 melihat VCD Edukatif tentang Kebersihan dan Kerapian. Selanjutnya mereka juga berlomba membuat mading dengan tema yang sama.
Sementara itu, kelas 3-5 juga mengadakan kegiatan bersih-bersih kelas serta lomba membuat majalah dinding. Adapun sejumlah 142 siswa kelas 6, hari ini mengikuti kegiatan di Taman Balekambang.
Anak-anak diadu kreativitas dengan lomba yel-yel. Mereka juga berkreatif corat-coret di kertas kuarto atau asturo membuat poster tentang kebersihan dan kerapian. Terakhir acara, mereka diajak untuk menguatkan kesadaran dan kebiasaan perilaku hidup bersih, dengan memunguti sampah secara massal di lingkungan sekitar Taman Balekambang, yang selanjutnya sampah tersebut mereka kumpulkan di tempat sampah yang ada.
Seorang siswa mengaku antusias tuk ikuti kegiatan hari ini. “Senang ikut kegiatan belajar hari ini. Tadi setelah melihat VCD kita langsung membuat mading,” tutur Alifia Nuradila, seorang siswi kelas 2D dengan polosnya.
Salah satu siswa lainnya, Atifa Firliansyah Mahir mengatakan, “Supaya bersih aku biasakan mandi dua kali sehari, tidak lupa gosok gigi, dan cuci tangan sebelum makan atau setelah MCK. Oh, ya, jangan lupa kalau ada sampah kita buang di tempatnya,” ungkapnya.
Pelaksana Humas SDIT Nur Hidayah, Rahmat Hariyadi SPd menjelaskan, maksud dari kegiatan ini adalah lebih menguatkan pemahaman tentang pentingnya kebersihan. Para siswa dengan pengalaman langsung membuat karya maupun bertindak langsung (melakukan bersih-bersih kelas, memungut sampah, dan lainnya) diharapkan akan semakin terpola dalam dirinya menuju pribadi bersih dan rapi.
Diharapkan, kebersihan dan kerapian akan menjadi budaya warga sekolah, dan akan melekat dimanapun mereka berada. “Untuk membiasakan dan membudayakan kebersihan, sekolah juga telah membuat aturan yang disepakati warga sekolah. Salah satunya adalah jika ada warga sekolah yang membuang satu sampah secara sembarangan, maka sanksinya ia harus mengambil sepuluh sampah lainnya untuk dibuang di tempat sampah,” jelasnya.
Berita Terkait
Berita Terkini
- Ngembat Dompet Dihajar Ibu-Ibu
- Nasabah Juga Simpan Infaq Pengajian
- Senjata Api Polisi Diperiksa
- Lima Pemerkosa Siswi SMP Diringkus
- Persis Pertahankan Skuad Ideal
- Wajib Permalukan Juru Kunci
- Datangi Kejari, Koalisi LSM Tanyaka...
- 4 Kecamatan Dapat 1 Alat Perekam La...
- Cegah Geng Motor, Biker Klaten Diku...
- Dinkop Intensif Bina Koperasi Berma...
- Axiata dan Musica Luncurkan Musikka...
- Wow..! E-Ticketing BST Makin Moncer...
- Eit, Jangan Asal Dirikan Koperasi L...
- Buku Bergambar Nabi Muhammad Bereda...
- Buku Bergambar Nabi Muhammad Bereda...


KGPH Puger Ambil Alih Tugas Sinuhun...
Sentana Dalem Keraton Urung Menghad...
Eddy Wirabhumi: Pemerintah Jangan C...
Jokowi Ingin Kerabat Keraton Akur
Isi Maklumat Rekonsiliasi Dua Raja ...
Hangabehi – Tedjowulan Kumpulkan ...