Soal SVLK, Asmindo Solo Tuntut Pilot Project
Solo – Rencana pemerintah yang mewajibkan kepemilikan sertifikat Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK), turut menuai respons dari Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Solo. Asosiasi ini meminta agar pemerintah melakukan kajian terlebih dulu melalui pilot project alias proyek rintisan, sebelum benar-benar merealisasikannya pada 2013 mendatang.
Ketua Asmindo Solo, David R Wijaya, menilai hal itu perlu dilakukan mengingat tidak semua eksportir merupakan pengusaha besar. Terlebih banyak di antara perajin mebel yang tidak memiliki legalitas usaha dan hanya bermodalkan keterampilan belaka.
Dengan demikian, aturan SVLK tidak bisa diterapkan begitu saja di semua skala usaha. Pemerintah harus benar-benar mencermati teknis penanganannya terlebih dulu, sekaligus melakukan antisipasi atas permasalahan-permasalahan yang mungkin timbul.
David berharap, Solo bisa menjadi pilot project, mengingat banyak di antara para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), termasuk perajin di kota ini belum memiliki legalitas usaha seperti Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP).
“Bisa nggak ini (penerapan SVLK) dibuat pilot project untuk Solo. Kalau bisa berhasil kan nanti bisa tahu permasalahannya seperti apa, sekaligus penanganannya seperti apa, sehingga bisa diadopsi ke tempat-tempat lain atau kelompok-kelompok lain yang sejenis. Dengan begitu, biar nggak hanya yang besar saja yang bisa mendapatkan SVLK karena menyangkut biaya dan sistem,” papar dia, ketika ditemui wartawan, di sela-sela acara Sosialisasi SVLK “Menuju Perdagangan Global Kayu Legal Indonesia,” di The Sunan Hotel Solo, Kamis (19/1).
Di sisi lain, hal yang memperkuat perlunya pilot project, mengingat fakta di lapangan kerap ditemukan kasus, kayu yang dipasarkan bukan lagi dari hutan, melainkan hasil recycle mebel lama ataupun balok rel kereta api.
“Ini harus diamati jangan sampai nanti implementasinya di 2013 ada kendala-kendala. Kalau bisa pemerintah bikin pilot project dulu yang melibatkan perajin, nanti SVLK-nya seperti apa,” pungkas David.
Berita Terkait
Berita Terkini
- Ngembat Dompet Dihajar Ibu-Ibu
- Nasabah Juga Simpan Infaq Pengajian
- Senjata Api Polisi Diperiksa
- Lima Pemerkosa Siswi SMP Diringkus
- Persis Pertahankan Skuad Ideal
- Wajib Permalukan Juru Kunci
- Datangi Kejari, Koalisi LSM Tanyaka...
- 4 Kecamatan Dapat 1 Alat Perekam La...
- Cegah Geng Motor, Biker Klaten Diku...
- Dinkop Intensif Bina Koperasi Berma...
- Axiata dan Musica Luncurkan Musikka...
- Wow..! E-Ticketing BST Makin Moncer...
- Eit, Jangan Asal Dirikan Koperasi L...
- Buku Bergambar Nabi Muhammad Bereda...
- Buku Bergambar Nabi Muhammad Bereda...


KGPH Puger Ambil Alih Tugas Sinuhun...
Sentana Dalem Keraton Urung Menghad...
Eddy Wirabhumi: Pemerintah Jangan C...
Jokowi Ingin Kerabat Keraton Akur
Isi Maklumat Rekonsiliasi Dua Raja ...
Hangabehi – Tedjowulan Kumpulkan ...