• Selasa, 22 Mei 2012
Transportasi Kota Surakarta

Batik Solo Transport Seharusnya Punya Pasar Sendiri

Aryo Yusri Atmaja - Timlo.net
Jumat, 30 April 2010 | 16:48 WIB
  • Share
Dok. Timlo.Net/Aryo
Ketua DPC Organda kota Surakarta, Joko Suprapto.

Solo – Rencana kehadiran moda transportasi baru di kota Solo BST (Batik Solo Transport) nampaknya sedikit membuat para pemilik Perusahan Otobus memutar otaknya agar seakan tidak menjadi pesaing baru dalam menjadi alat angkut pilihan masyarakat Solo. Meski belum secara resmi diluncurkan, DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) kota Surakarta sedikit memberikan komentar nantinya BST harus punya pasar sendiri.

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua DPC Organda kota Surakarta, Joko Suprapto yang mengatakan bahwa ,”Moda transportasi yang baru ini diharapkan tidak merusak alur sistem transportasi di kota Solo yang sudah ada sekarang ini. Selain itu, yang terutama adalah BST ini harus mempunyai pasar tersendiri, sebab ketinggian tangga bus ini mencapai 70 cm dari permukaan jalan, sehingga hanya shelter-shelter khusus yang bisa dijadikan tempat berhenti,” ungkapnya ketika ditemui Timlo.net siang tadi.

Adapun mengenai mengapa peluncuran BST yang terus mengalami kemunduran waktu dikarenakan sampai dengan saat ini belum mulai dibangunnya shelter-shelter sebagai pendukungnya. Untuk jumlah armada BST sendiri berjumlah 15 armada.

         

Berita Terkait

Komentar

  1. mac

    Apa memang sudah perlu kota solo menggunakan underpass?

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan pdam solo

iklan pln

iklan mettafm