Batik Solo Transport Seharusnya Punya Pasar Sendiri
Solo – Rencana kehadiran moda transportasi baru di kota Solo BST (Batik Solo Transport) nampaknya sedikit membuat para pemilik Perusahan Otobus memutar otaknya agar seakan tidak menjadi pesaing baru dalam menjadi alat angkut pilihan masyarakat Solo. Meski belum secara resmi diluncurkan, DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) kota Surakarta sedikit memberikan komentar nantinya BST harus punya pasar sendiri.
Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua DPC Organda kota Surakarta, Joko Suprapto yang mengatakan bahwa ,”Moda transportasi yang baru ini diharapkan tidak merusak alur sistem transportasi di kota Solo yang sudah ada sekarang ini. Selain itu, yang terutama adalah BST ini harus mempunyai pasar tersendiri, sebab ketinggian tangga bus ini mencapai 70 cm dari permukaan jalan, sehingga hanya shelter-shelter khusus yang bisa dijadikan tempat berhenti,” ungkapnya ketika ditemui Timlo.net siang tadi.
Adapun mengenai mengapa peluncuran BST yang terus mengalami kemunduran waktu dikarenakan sampai dengan saat ini belum mulai dibangunnya shelter-shelter sebagai pendukungnya. Untuk jumlah armada BST sendiri berjumlah 15 armada.
Berita Terkait
Komentar
Tinggalkan Balasan
Berita Terkini
- Ngembat Dompet Dihajar Ibu-Ibu
- Nasabah Juga Simpan Infaq Pengajian
- Senjata Api Polisi Diperiksa
- Lima Pemerkosa Siswi SMP Diringkus
- Persis Pertahankan Skuad Ideal
- Wajib Permalukan Juru Kunci
- Datangi Kejari, Koalisi LSM Tanyaka...
- 4 Kecamatan Dapat 1 Alat Perekam La...
- Cegah Geng Motor, Biker Klaten Diku...
- Dinkop Intensif Bina Koperasi Berma...
- Axiata dan Musica Luncurkan Musikka...
- Wow..! E-Ticketing BST Makin Moncer...
- Eit, Jangan Asal Dirikan Koperasi L...
- Buku Bergambar Nabi Muhammad Bereda...
- Buku Bergambar Nabi Muhammad Bereda...


KGPH Puger Ambil Alih Tugas Sinuhun...
Sentana Dalem Keraton Urung Menghad...
Eddy Wirabhumi: Pemerintah Jangan C...
Jokowi Ingin Kerabat Keraton Akur
Isi Maklumat Rekonsiliasi Dua Raja ...
Hangabehi – Tedjowulan Kumpulkan ...
Apa memang sudah perlu kota solo menggunakan underpass?