• Selasa, 22 Mei 2012

DPKS Lakukan Audiensi Sekolah RSBI Kota Solo

Niza Novita - Timlo.net
Rabu, 18 Januari 2012 | 11:17 WIB
  • Share
Dok. Timlo.net/Niza
Dok. Timlo.net/Niza
Ketua DPKS, Ichwan Dardiri

Solo – Menjamurnya Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di Kota Solo mulai menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat. Apalagi jelang pergantian tahun ajaran, selalu menjadi musim yang menyenangkan sekaligus mengerikan.

Ya, menyenangkan karena banyak anak sekolah yang lulus dan naik ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Namun, jenjang pendidikan yang lebih tinggi menjadi momok bagi banyak orangtua.

Tentu saja sekolah yang baru berarti pengeluaran baru. Bahkan pengeluaran baru dalam jumlah kocek yang amat besar.
Munculnya sekolah dengan label RSBI, justru membuat orangtua melalang lintang untuk mencari dana lantaran mahalnya biaya sekolah tersebut.

Hal ini menjadi perhatian tersendiri dari Dewan Pendidikan Kota Surakarta (DPKS) untuk melakukan audiensi dengan sekolah RSBI di Kota Solo.

Ketua DPKS, Ichwan Dardiri mengungkapkan belum lama ini ditemui di DPKS usai audiensi, bahwa sekolah RSBI negeri dikumpulkan untuk diberi penjelasan apakah aturan-aturan di sekolah mereka masing-masing sudah dikerjakan baik dari Sekolah Dasar (SD) sampai ke Sekolah Menengah Atas (SMA). “Unsur-unsurnya ada Men, Money, Materials, Management, Monev,” ungkapnya.

Menurut Ichwan, pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah RSBI mayoritas belum memenuhi S2, sekolah RSBI yang sudah berjalan empat tahun nantinya tidak bisa dibiayai oleh pusat dan harus sudah melakukan pembiayaan sendiri, RSBI tidak hanya fasilitas saja tapi hasilnya juga (hasilnya tak hanya kelulusan saja), manajemen dan mutu sekolah RSBI berbeda dengan sekolah biasa.

“Biasanya itu, dalam hal itu masyarakat tak pernah ada yang mengeluh, artinya orangtua itu memilih anaknya untuk kesana. RSBI tidak hanya fasilitas saja, kalau outputnya ya seharusnya banyak yang diterima di sekolah negeri dibandingkan di sekolah swasta. Ukurannya ya hasil ujian diterima di perguruan tinggi itu hasilnya baik,” ujarnya.

Lanjut Ichwan, beberapa sekolah RSBI yang ada di Kota Solo yakni SDN Cemara Dua, SMPN 1, SMPN 4, SMP Kalam Kudus, SMP Al-Islam I, SMAN 1, SMAN 3, SMA Ursulin, SMA Batik, MTA.

Tambahnya, selain RSBI beberapa sekolah seperti SMPN 2, SMPN 4, SMPN 9, SMAN 1, dan SMAN 3 sudah memiliki kelas akselerasi yang disetiap kelasnya hanya diisi 20 siswa saja. “Itu tiga tahun sekolah, hanya ditempuh dua tahun saja,” ucapnya.

“Tujuan audiensi, DPKS hanya memfasilitasi saja dan pihak sekolah malah mengeluarkan banyak keluhannya. Sampai sekarang, RSBI tidak ada kendala, komite membantah masalah RSBI mahal, mahalnya mananya, soalnya anak tak mampu saja yang 10% itu sudah ada bantuan pendidikan,” paparnya.

         

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan al-azhar

iklan mettafm