Bincang Sastra Bersama Sapardi Djoko Damono dan Waluyo DS
Solo-Bersama sejumlah penulis, Sastrawan gaek Sapardi Djoko Damono dan Waluyo DS mengurai masing-masing karya dalam Bincang Sastra Kumpulan Cerpen dan Puisi di Balai Soedjatmoko, Selasa malam (17/1). Selain karya Sapardi, sejumlah penulis juga membedah buku kumpulan sajak Ketika Kutatap Matamu, When I Look into Your Eyes dan kumpulan cerpen terbaru Waluyo DS yang berjudul Cello.
Salah seorang mahasiswa yang hadir dalam Bincang Sastra, Dyah mengupas sejumlah cerpen Waluyo DS yang berisi pengalaman hidup Waluyo sendiri yang mengungkapkan rasa cinta penulis kepada istrinya, Susan dan kedua anaknya, Elisa dan Ben. “Kumpulan cerpen ini sepertinya buku diary pribadi penulis,” ujarnya. Sedangkan penulis lain, Lasinta Ari Nendra mengupas buku kumpulan sajak yang menurutnya sebagian besar berkisah tentang cinta, dan bernada rayuan. Lain halnya dengan Purnawan Andra yang mengimpresikan seluruh karya Waluya DS melalui esainya yang berjudul Para Lelaki Jawa. Menurutnya, seluruh karya Waluyo DS berisi tentang kebersahajaan dan kesanggupan melakukan kewajiban seorang lelaki dengan tanpa alasan.
Waluyo DS sendiri adalah seorang penyair kelahiran Klaten, dan berisitrikan Susan, seorang perempuan Australia yang kini telah menetap di Australia. Sedangkan Sapardi Djoko Damono sendiri adalah sastrawan kelahiran Solo, yang masih menjadi dosen di Universitas Indonesia (UI). Mereka berdua merupakan dua orang sahabat sesama penyair.
Selain mengupas karya dari Waluyo DS, dibedah pula puisi Aku Ingin karya dari Sapardi Djoko Damono yang berisi keinginan seorang Sapardi sewaktu remaja. Puisi tersebut lumayan sering dilagukan dalam musikalisasi, selain puisi Hujan Bulan Juni yang semalam dilantunkan Yudhi TH, penyair sekaligus guru SMP Kalam Kudus Solo.
Berita Terkait
Komentar
Tinggalkan Balasan
Berita Terkini
- Ngembat Dompet Dihajar Ibu-Ibu
- Nasabah Juga Simpan Infaq Pengajian
- Senjata Api Polisi Diperiksa
- Lima Pemerkosa Siswi SMP Diringkus
- Persis Pertahankan Skuad Ideal
- Wajib Permalukan Juru Kunci
- Datangi Kejari, Koalisi LSM Tanyaka...
- 4 Kecamatan Dapat 1 Alat Perekam La...
- Cegah Geng Motor, Biker Klaten Diku...
- Dinkop Intensif Bina Koperasi Berma...
- Axiata dan Musica Luncurkan Musikka...
- Wow..! E-Ticketing BST Makin Moncer...
- Eit, Jangan Asal Dirikan Koperasi L...
- Buku Bergambar Nabi Muhammad Bereda...
- Buku Bergambar Nabi Muhammad Bereda...
Berita Terpopuler
- Selama di Jakarta, Jokowi Pilih...
- Batal Konser, Lady Gaga Jalan-jalan...
- Kecelakaan Beruntun di Gembongan
- Foto Rekonsiliasi Dua Raja Beredar
- 2 Raja Damai, Tedjowulan Pilih Jadi...
- Kerabat Keraton Tolak Tedjowulan...
- Aneh, Ular Piton Ini Kerap Menangis...
- Gedung Bertingkat 28 Segera Berdiri...
- Lha Ini, Akibat Merokok Sambil...


KGPH Puger Ambil Alih Tugas Sinuhun...
Sentana Dalem Keraton Urung Menghad...
Eddy Wirabhumi: Pemerintah Jangan C...
Jokowi Ingin Kerabat Keraton Akur
Isi Maklumat Rekonsiliasi Dua Raja ...
Hangabehi – Tedjowulan Kumpulkan ...
terima kasih atas reportasenya, namun harus dikoreksi bahwa yang saya review bukan puisi Waluya, tapi merupakan impresi dari keseluruhan karya2 Waluya DS. hal ini sebenarnya sudah jelas saya tuliskan di papper yang dibagikan pada hadirin. demikian
kembali, sedikit koreksi bahwa Para Lelaki Jawa adalah judul esai saya yang berisi seluruh catatan tentang karya Waluya, BUKAN judul puisi Waluya. demikian, terima kasih atas perhatiannya
matur suwun atas koreksi dan revisinya. begitu juga atas apresiasinya. salam hangat