• Selasa, 22 Mei 2012

Bincang Sastra Bersama Sapardi Djoko Damono dan Waluyo DS

Wimala Dyah Intan - Timlo.net
Rabu, 18 Januari 2012 | 10:22 WIB
  • Share
Dok.Timlo.net/ Mala
Dok.Timlo.net/ Mala
Sastrawan Sapardi Djoko Damono, dan Waluyo DS dalam bIncang Sastra bersama para penulis di Balai Soedjatmoko, Selasa malam (17/1)

Solo-Bersama sejumlah penulis, Sastrawan gaek Sapardi Djoko Damono dan Waluyo DS mengurai masing-masing karya dalam Bincang Sastra Kumpulan Cerpen dan Puisi di Balai Soedjatmoko, Selasa malam (17/1). Selain karya Sapardi, sejumlah penulis juga membedah buku kumpulan sajak Ketika Kutatap Matamu, When I Look into Your Eyes dan kumpulan cerpen terbaru Waluyo DS yang berjudul Cello.

Salah seorang mahasiswa yang hadir dalam Bincang Sastra, Dyah mengupas sejumlah cerpen Waluyo DS yang berisi pengalaman hidup Waluyo sendiri yang mengungkapkan rasa cinta penulis kepada istrinya, Susan dan kedua anaknya, Elisa dan Ben. “Kumpulan cerpen ini sepertinya buku diary pribadi penulis,” ujarnya. Sedangkan penulis lain, Lasinta Ari Nendra mengupas buku kumpulan sajak yang menurutnya sebagian besar berkisah tentang cinta, dan bernada rayuan. Lain halnya dengan Purnawan Andra yang mengimpresikan seluruh karya Waluya DS melalui esainya yang berjudul Para Lelaki Jawa. Menurutnya, seluruh karya Waluyo DS berisi tentang kebersahajaan dan kesanggupan melakukan kewajiban seorang lelaki dengan tanpa alasan.

Waluyo DS sendiri adalah seorang penyair kelahiran Klaten, dan berisitrikan Susan, seorang perempuan Australia yang kini telah menetap di Australia. Sedangkan Sapardi Djoko Damono sendiri adalah sastrawan kelahiran Solo, yang masih menjadi dosen di Universitas Indonesia (UI). Mereka berdua merupakan dua orang sahabat sesama penyair.

Selain mengupas karya dari Waluyo DS, dibedah pula puisi Aku Ingin karya dari Sapardi Djoko Damono  yang berisi keinginan seorang Sapardi sewaktu remaja. Puisi tersebut lumayan sering dilagukan dalam musikalisasi, selain puisi Hujan Bulan Juni yang semalam dilantunkan Yudhi TH, penyair sekaligus guru SMP Kalam Kudus Solo.

 

 

 

         

Berita Terkait

Komentar

  1. Purnawan Andra

    terima kasih atas reportasenya, namun harus dikoreksi bahwa yang saya review bukan puisi Waluya, tapi merupakan impresi dari keseluruhan karya2 Waluya DS. hal ini sebenarnya sudah jelas saya tuliskan di papper yang dibagikan pada hadirin. demikian

  2. Purnawan Andra

    kembali, sedikit koreksi bahwa Para Lelaki Jawa adalah judul esai saya yang berisi seluruh catatan tentang karya Waluya, BUKAN judul puisi Waluya. demikian, terima kasih atas perhatiannya

  3. Purnawan ANdra

    matur suwun atas koreksi dan revisinya. begitu juga atas apresiasinya. salam hangat

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan JS 300×125