DPKS: Sekolah Rusak, Jangan Hanya Didata Saja
Solo – Masih banyak sarana pendidikan di daerah yang sudah tak layak dipakai. Satu di antaranya sebuah Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pucangsawit No. 119, Solo. Sekolah yang menampung sekitar 165 murid dengan para pengajar ini pun tak dilengkapi dengan fasilitas belajar mengajar yang memadai.
Ironisnya, pihak dinas pendidikan setempat terlambat tuk tangani hal ini. Berdasarkan pemantauan Timlo.net, baru-baru ini. Selain tak pernah tersentuh rehabilitasi, sejumlah sarana yang ada pun tak terawat dengan baik. Belum lagi, atap ruangan kelas yang hampir roboh. Maklum, kerusakan bangunan sekolah yang dibangun sejak tahun 70-an ini menghambat aktivitas belajar mereka.
Tak ayal, pihak pengelola sekolah mengaku telah beberapa kali megajukan surat permohonan kepada Dinas Pendidikan setempat agar segera direhabilitasi. Hal ini mendapat keprihatinan tersendiri dari Ketua Dewan Pendidikan Kota Surakarta (DPKS), Ichwan Dardiri kemarin (17/1) ditemui di DPKS, mengatakan bahwa sejak awal DPKS sudah mempunyai data akurat berapa sekolah yang rusak itu. “Nah ini juga kelalaian, sekolah sampai ambruk itu. Kita masih bersyukur tidak ada korban, dan tingkatnya itu ya termasuk kelalaian,” tandasnya.
Menurut Ichwan, masalah ini harus segera ditangani. “Jangan kalah dengan administrasi, masalah SPj dan sebagainya. Harusnya itu pakai dana taktis (dana dari kepala daerah setempat),” tegasnya.
“Harusnya pemerintah daerah, jangan menunggu Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dikpora kecolongan lagi ini,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil DPKS, Taufik K pada hari itu juga telah meninjau bangunan SD yang hampir roboh tersebut, dirinya juga berkata jika bangunan SD tersebut merupakan bangunan SD Impress. “Tembok yang ujung (untuk kelas 3) sangat membahayakan, ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah untuk segera mencari dana talangan untuk segera dibangun,” ujarnya.
“Harapan saya, alternatif dibangun dulu lah, dengan catatan pemerintah kota menjanjikan sesuatu kalau ada cari talangan (taktis), atau dari APBD tuk rehabilitasi sekolah SD,” harapnya.
Tambah Ichwan, pendataan dari Dikpora, data itu harus diutamakan, jangan hanya didata saja.
Berita Terkait
Berita Terkini
- Ngembat Dompet Dihajar Ibu-Ibu
- Nasabah Juga Simpan Infaq Pengajian
- Senjata Api Polisi Diperiksa
- Lima Pemerkosa Siswi SMP Diringkus
- Persis Pertahankan Skuad Ideal
- Wajib Permalukan Juru Kunci
- Datangi Kejari, Koalisi LSM Tanyaka...
- 4 Kecamatan Dapat 1 Alat Perekam La...
- Cegah Geng Motor, Biker Klaten Diku...
- Dinkop Intensif Bina Koperasi Berma...
- Axiata dan Musica Luncurkan Musikka...
- Wow..! E-Ticketing BST Makin Moncer...
- Eit, Jangan Asal Dirikan Koperasi L...
- Buku Bergambar Nabi Muhammad Bereda...
- Buku Bergambar Nabi Muhammad Bereda...
Berita Terpopuler
- Selama di Jakarta, Jokowi Pilih...
- Batal Konser, Lady Gaga Jalan-jalan...
- Kecelakaan Beruntun di Gembongan
- Foto Rekonsiliasi Dua Raja Beredar
- 2 Raja Damai, Tedjowulan Pilih Jadi...
- Kerabat Keraton Tolak Tedjowulan...
- Aneh, Ular Piton Ini Kerap Menangis...
- Gedung Bertingkat 28 Segera Berdiri...
- Lha Ini, Akibat Merokok Sambil...


KGPH Puger Ambil Alih Tugas Sinuhun...
Sentana Dalem Keraton Urung Menghad...
Eddy Wirabhumi: Pemerintah Jangan C...
Jokowi Ingin Kerabat Keraton Akur
Isi Maklumat Rekonsiliasi Dua Raja ...
Hangabehi – Tedjowulan Kumpulkan ...